Korban Banjir: Lebih Aman Tidur di Jalan

Korban Banjir: Lebih Aman Tidur di Jalan
Surabaya, Obsessionnews - Proses evakuasi korban banjir di Kabupaten Sampang tidak berjalan mulus. Meski banjir sudah merendam sejak empat hari lalu, namun, banyak warga yang menolak dievakuasi. Warga lebih memilih untuk tinggal di sepanjang jalan mendekati tempat tinggal. Matsari, warga jalan melati Kelurahan Del Penang, Kecamatan Sampang Kota, mengatakan, upaya tidur di jalan ini agar menjaga rumah dari tindakan kriminal oknum tertentu yang memanfaatkan situasi. Hal ini dikarenakan, saat bencana banjir tiba, seluruh barang tidak bisa diselamatkan. Sehingga, warga lebih utama menyelamatkan nyawa. " Tidur disini ( jalan raya) saja, supaya sambil mengontrol rumah, kalo jauh - jauh tidak aman," ungkapnya, Senin (29/02/2016). Sementara Zulaikah, warga Jalan Melati lainnya menyebut, banjir itu yang paling parah. Tahun 2013, air tidak masuk ke rumahnya. Tapi kali ini, meski rumah sudah setinggi 1,5 meter, tetap saja air masuk dengan ketinggian 30 cm. " Baru ini masuk rumah, padahal sudah saya tinggi kan, soalnya banjir lalu (2013) rumah saya parah," terangnya. Dari pantauan di lapangan, banjir masih merendam di sejumlah titik pemukiman warga. Di jalan melati terbilang cukup parah, beberapa waktu lalu, air mencapai 2 meter. Warga pada waktu siang hari memilih berasa di rumah masing - masing. Sedangkan, saat malam tiba, mayoritas warga bersiap untuk berada di sepanjang jalan yang tidak terkena air. (Rudianto)