Wah! Menteri Marwan Minta Dirut Garuda Dicopot

Wah! Menteri Marwan Minta Dirut Garuda Dicopot
Jakarta, Obsessionnews - Pernyatan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, yang mendesak Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia dicopot karena pesawat yang akan membawa delay, dinilai terlalu emosional oleh Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu. “Sangat disayangkan sebab ketidak mengertian Marwan terkait procedure dan keselamatan penerbangan yang harus dikedepankan dalam pengoperasian penerbangan,” kata Sekjen FSP BUMN Bersatu, Tri Sasono, dalam pesan BBMnya kepada Obsessionnews.com, Kamis (25/2/2015). Ia menilai, kasus marahnya Maran Jafar kepada Garuda Indonesia yang delay tersebut justru karena Menteri Desa itu sendiri yang tidak disiplin waktu sehingga terlambat sampai ke airport untuk penerbangan pada pukul 08.00 pagi. “Artinya, dengan dia dan rombongan terlambat check in pada jam 8 justru akibat tidak disiplin waktu negara rugi akibat tiket untuk perjalanan Marwan dengan Garuda jam 08.00 pagi hangus,” sesalnya. Menurut Tri Sasono, perilaku Menteri Marwan yang meminta Dirut Garuda dicopot adalah tidak pantas. Oleh karena itu, menurutnya, FSP BUMN Bersatu menganggap Menteri dari PKB itu tidak memiliki mental disiplin. Untuk itu, tegas dia, FSP BUMN Bersatu mendesak Presiden Jokowi untuk memasukkan Marwan sebagai menteri yang harus direshuffle (diganti) karena tidak punya budaya disiplin waktu. “Pak Presiden saja selalu ontime. Nah, kalau anak buah suka gak ontime terus nyalahin pihak lain maka anak buahnya seperti Menteri Marwan layak dicopot,” tutur Tri Sasono. Sekejn FSP BUMN Bersatu ini pun menegaskan, Garuda adalah maskapai yang punya ontime performance dan tingkat keselamatan penerbangan yang paling tinggi dibandingkan maskapai Lion Air milik petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Jadi patut dicurigai statement Marwan untuk menganti Dirut Garuda ini bersayap agar manajemen Garuda yang sudah relatif baik jadi berantakan, serta melakukan kampanye hitam pada Garuda,” duganya. (Ars)