Tari Sikerei Sembuhkan Berbagai Penyakit

Tari Sikerei Sembuhkan Berbagai Penyakit
Padang, Obsessionnews - Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) memiliki kekayaan budaya dan seni. Tarian yang merupakan satu-satunya di tanah air dan masih lestari sampai sekarang. Budaya dan seni yang masih tetap terjaga di daerah kepulauan itu adalah tari Sikerei. Sikerei tidak sekedar seni tari. Peran Sikerei dalam pranata di Mentawai sangat penting sebagai penyembuh segala penyakit. Meskipun pengobatan secara medis, sudah berkembang yang didukung dengan kehadiran puskesmas berikut dokter dan perawat, peran Sikerei masih sangat sentral. Masyarakat setempat lebih mengenal Sikerei untuk menyembuhkan penyakit. Aura Sikerei yang dimiliki Mentawai, mulai merambah nusantara melalui tujuh pesan Sikerei yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Mentawai. Tujuh pesan Sikerei dimaksud merupakan singkatan dari stop buang air besar sembarangan. Istirahat yang cukup. Konsumsilah garam beryodium makanan yang beraneka ragam sayur dan buah-buah. Enyahkan asap rokok dan kasus gizi buruk. Selanjutnya, rajinlah berolahraga secara teratur, Eliminasi penyakit kaki gajah dan penyakit malaria serta minum Obat Sampai Sembuh penyakit TB, Ingatkan Keluarga Anda untuk menimbang Balita di Posyandu setiap Bulan pemberian ASI saja kepada Bayi sampai umur enam bulan persalinan. Senin (22/2) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI) dalam hal ini Dirjen Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Sri Henni Setiawati melauncing tujuh pesan Sikerei. Bupati Kepulana Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan, pemerintah setempat mencanangkan tujuh pesan Sikerei sebagai upaya menggabungkan pembangunan kesehatan secara medis dan tabib. Disamping itu untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya dan kesenian yang telah lama ada di Mentawai. Masyarakat pedalaman Mentawai sangat menggantungkan kesehatan mereka pada Sikerei, karena mampu menyembuhkan mereka dari berbagai macam penyakit. Uniknya cara pengobatan Sikerei dengan menari dan dengan cara itulah Sikerei baru dapat mengobati sang pasien. Pengobatan Sikerei dengan cara tradisional. Bahan ramuan untuk pengobatan pasien dibuat dari daun-daunan yang diambil dari hutan. Setelah ramuan obat-obatan mencukupi, prosesi pengobatan dimulai. Sikerei pun mulai menari berikut alat gendang yang ada di tangan ditabuh berikut musik dimainkan. sikerei -3 Dalam proses tari-tarian dan musik tengah berlangsung, Sikerei memanggil roh-roh nenek moyang untuk sebagai bagian ritual untuk mengobati tubuh pasien yang sakit. "Tarian Sikerei dalam prosesi pengobatan menjadi budaya tersendiri. Satu-satunya di indonesia ini Sikerei ada di Mentawai. Pengobatan Sikerei lebih diyakini masyarakat ketimbang ke dokter," kata Yudas Sabaggalet. Yudas mengatakan, jumlah Sikerei sudah mulai berkurang. Kondisi itu terjadi karena kehadiran bidan ke setiap desa-desa. Meskupun jumlah Sikerei yang ada saat ini 1000, Sikerei masih lebih banyak dari bidan yang ada saat ini di Mentawai. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit dalam sambutan menyatakan bahwa pencanangan ini menjadi momentum dalam memberikan upaya-upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagaimana tujuan pembangunan kesehatan. Berdasar hasil Pencapaian Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), Provinsi Sumbar memperoleh angking 16 pada tahun 2007 dan pada 2013 meningkat pada rangking 9 dari seluruh Provinsi di Indonesia. Di tahun yang sama yaitu tahun 2013 IPKM Kabupaten Kepulauan Mentawai berada pada peringkat 19 dari seluruh Kabupaten/ Kota di Sumbar, atau peringkat 427 dari seluruh Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia. Namun derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai terus mengalami peningkatan, walaupun saat ini statusnya masih relatif rendah, terlihat berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 sebesar 0,3734 dan Riskesdas tahun 2013 sebesar 0,5283. "Dengan pencanangan ini, merupakan bentuk komitmen dan peran aktif pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk mendukung pembangunan kesehatan dengan peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat masyarakat melalui upaya promosi kesehatan," kata Nasrul Abit. Nasrul Abit mengatakan, tujuh pesan Sikerei yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kepulaun Mentawai sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur. Visi dimaksud mewujudkan Sumbar yang madani dan sejahtera serta di bidang kesehatan meningkatkan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, beriman, berkarakter dan berkualitas tinggi. (Musthafa Ritonga)