Kontribusi Minyak dan Gas Bakal Menyusut 20 Persen

Kontribusi Minyak dan Gas Bakal Menyusut 20 Persen
Jakarta, Obsessionnews - Kontribusi minyak dan gas terhadap penerimaan negara bakal menyusut 20 persen. Ini, lantaran perubahan asumsi harga minyak Indonesia terkait anjloknya nilai jual minyak mentah dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, perubahan harga minyak Indonesia disampaikan langsung Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, di kisaran 30 sampai 40 dolar AS per barel. Padahal sebelumnya, dalam APBN 2016, harga dipatok pada posisi 50 dolar. Di Jakarta, Rabu (24/2), Said mengatakan, PPh minyak dan gas yang ditargetkan sebesar Rp 41,4 triliun, kemungkinan besar bakal turun jadi Rp 33,12 persen. Ini juga kalau terrealisasi 100 persen. Dalam rilis Kemenkeu sampai 5 Februari 2016, penerimaan PPh di sektor ini baru sebesar Rp 2,8 triliun atau 6,8 persen dari total target. Dan Said menilai, asumsi yang disampaikan Menkeu adalah angka riil. Sebab setelah disepakati, produksi antara Arab Saudi, Rusia dan negara-negara Amerika Latin punya dampak terhadap harga. "Dan saya kira harga 30-40 dollar AS itu mungkin, realistis," jelas Sudirman. (Mahbub Junaidi)