Iran Ogah Turuti Kesepakatan Pangkas Produksi Minyak

Jakarta, Obsessionnews - Waktu Rusia, Arab Saudi, Venezuela, Qatar dan negara-negara anggota OPEC menginginkan pembekuan produksi minyak, Iran yang baru saja dicabut sangsi ekonominya malah mengatakan kesepakatan itu adalah lelucon paling lucu. Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh seperti dilansir ISNA, kantor berita negeri tersebut, jelas menolak kesepakatan itu. Menurut dia, saat beberapa negara meningkatkan produksi selama bertahun-tahun menjadi 10 juta barel perhari, Iran malah didorong membekukan lifting di angka 1 juta barel tiap hari. "Ini adalah lelucon yang sangat lucu," kata Zanganeh. Kesepakatan pembekuan produksi, bertujuan menstabilkan harga minyak mentah dunia yang jatuh hingga 30 dolar AS perbarel. Ini, lantaran kelebihan pasokan global. Kesepakatan akhirnya melahirkan harapan bahwa harga bakal stabil setelah sempat menyentuh level paling ambrol dalam 13 tahun terakhir. Asal tahu saja, Iran merupakan negeri dengan cadangan minyak mentah paling besar kedua di dunia. Setelah kontroversi program nuklir berhasil ditangani, negara-negara barat mengakhiri sanksi ekonomi terhadap Iran. Menanggapi pernyataan Zanganeh, Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi mengatakan kalau pemangkasan produksi tidak akan terjadi. Dan ini merupakan kenyataan. "Karena kenyataannya banyak negara yang tidak akan berhenti berproduksi," kata Ali. Namun, jika kalau keinginan menyepakati pemangkasan produksi begitu besar, Ali mensyaratkan kalau negara-negara eksportir minyak juga harus benar-benar sepakat pula. (Mahbub Junaidi)





























