Diare 'Penyakit Sepanjang Masa' Merebak di Semarang

Diare 'Penyakit Sepanjang Masa' Merebak di Semarang
Semarang, Obsessionnews - Merebaknya penyakit diare di musim penghujan membuat sejumlah rumah sakit kewalahan menerima pasien. Akibatnya, para penderita diare terpaksa dirawat di lorong rumah sakit. Seperti terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ketileng, Kota Semarang. Sejumlah pasien diare mau tidak mau dirawat di selasar ruangan. Nampak sekitar 4 bangsal yang diisi beberapa pasien ditempatkan di luar ruangan. Wakil Direktur RSUD Ketileng, Sarwoko mengatakan pihaknya terpaksa menempatkan pasien diluar ruangan lantaran jumlah pasien yang membludak dari hari biasanya. "Hari ini 3 pasien yang ditempatkan di luar ruangan. Ini karena semua ruangan sudah penuh," papar dia kepada obsessionnews.com, Rabu (24/2/2016). Pihaknya mengaku tetap menerima meski harus dirawat di selasar karena berprinsip tidak ingin menolak masyarakat yang ingin berobat. Mayoritas pasien yang dirawat adalah anak-anak dan balita. "Jumlahnya meningkat dibanding bulan Januari. Kemarin total pasien 258 hingga akhir bulan. Sedangkan di Februari ada 154 pasien sampai di pertengahan bulan," jelas dia. Meski begitu, Sarwoko tidak membedakan antara pasien yang dirawat di luar maupun dalam ruangan. Mereka tetap diberi pelayanan kesehatan yang sama. Sementara salah seorang orang tua pasien, Yayuk mengaku tidak keberatan jika anaknya dirawat di selasar ruangan. Anaknya yang masih bayi bernama Alessandro, mulai dirawat sejak Selasa (23/2/2016) kemarin malam. "Gejalanya malam muntah-muntah mas. Terus badannya demam tinggi. Langsung saya bawa kesini," terang Yayuk sambil menggendong anaknya. Setelah menerima perawatan dari petugas medis, kini sang anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. "Sekarang sudah turun dan ndak muntah lagi. Beberapa hari lagi sudah bisa pulang," tambahnya. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono mengatakan diare selalu menyerang hampir seluruh daerah setiap tahunnya. "Diare itu penyakit sepanjang masa. Selalu ada setiap tahun," tuturnya. Meski per tahun jumlah penderita semakin menurun, namun angka tersebut belum turun secara signifikan. Diare sendiri disebabkan oleh gaya hidup yang kurang bersih, dan tidak minum air yang sudah dimasak. Oleh karenanya, Widoyono menghimbau agar masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim penghujan. "Terapkan kebersihan. Biasakan cuci tangan sebelum makan karena bakteri diare bisa berasal dari tingkah laku yang kurang bersih," tandasnya. (Yusuf IH)