Laode Desak Pemerintah Bersikap Terhadap LGBT

Jakarta, Obsessionnews - Sampai saat ini pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya belum memberikan tanggapan serius mengenai Lesbian, Gay, Biseksual, dan Tansgender (LGBT). Padahal Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa (LGBT) mengharamkan terhadap kampanye dan aktivitas LGBT. Laode Ida yang kini menjadi anggota Ombudsaman Republik Indonesia (ORI) berharap agar pemerintah segera bersikap untuk haramkan ideologi dan praktik LGBT. Menurut Laode, jika sampai saat ini Presiden Jokowi atau jajaranya tidak bersikap maka sama halnya dengan terus membiarkan penyakit moral dan sosial berkembang biak, mengancam masa depan generasi. “LGBT bisa dikategorikan, melawan kodrat dari Tuhan,” ungkapnya kepada Obsessionnews.com, Senin (22/2/2016). Laode meyakini bagi orang yang ber-Tuhan, wajib hukumnya menghargai kodratnya yakni Tuhan ciptakan manusia berpasang-pasangan. Bukan saja itu, jelas dia, tiap jenis kelamin fungisonal-esensial berpasangan dengan lawan jenisnya. Sehingga Laode menggangap penganut LGBT ciptaan Tuhan melalui pratik manusiawi yang berpasangan dua jenis yang berbeda pula. “Bukan produk dari pasangan sejenis. Sampai dunia kiamat pun tak akan pernah lahir manusia dari nikah sejenis,” tandasnya. Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini juga mengakui, para pelaku LGBT bagian warga negara yang memiliki hak dan kebebasan tersendiri. Namun, tegas Laode, pembelaan pun harus diletakan dalam konteks yang tepat yakni konstitusi UUD 1945 dan Pancasila. “Itu ada dasarnya, yang menganut prinsip Ketuhan-an. Tanpa dasar itu, pembelaan akan HAM pelaku LGBT sama halnya dengan menantang dua dasar fundamental, pertama, ajaran Tuhan dam kedua, pancasila dan UUD 1945,” jelasnya. Laode juga menganggap pihak pemerintah, apalagi Presiden/Wapres sudah memahami dan tak perlu lagi diajarkan subtansi agama. Bukan saja itu, mestinya tak perlu juga diajarkan pemerintah bagaimana harus bersikap menyelamatakan warganya, baik pelaku LGBT maupun generasi muda lainnya. “Tepatnya, kita hanya perlu mengingatkan agar bersikap tegas dan bertindak cepat dengan subtansi satu: mengharamkan LGBT,” tegasnya. Laode mengingatkan, lambatnya sikap dan aksi pemerintah dalam menertibkan LGBT, bisa menjebol benteng pertahanan terhadap gencarnya serangan penyakit sosial yang tak berketuhanan hanya terletak pada orang tua. (Asma)





























