Kantong Plastik Berbayar, Walkot Bandung Sudah Siap Duluan

Bandung, Obsessionnews - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberlakukan uji coba program plastik berbayar. Pemberlakuan tersebut dilakukannya menggunakan video confrence dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, dalam rangka peresmian pemberlakuan kantong plastik berbayar di Pasar Swalayan, Jalan Djuanda, Minggu (21/2/2016). Peresmian pemberlakuan kantong plastik tidak gratis dilakukan serentak se-Indonesia. Ridwan Kamil mengatakan Kota Bandung sudah memiliki Perda terkait mengurangi penggunaan plastik, yakni Perda Nomor 17 Tahun 2012. "Saya menyambut baik program nasional plastik berbayar ini, karena Bandung ini satu-satunya kota yang memiliki Perda pengurangan plastik, Perda Nomor 17 Tahun 2012," ujarnya. [caption id="attachment_100068" align="aligncenter" width="640"]
Ridwan Kamil dan isteri.[/caption] Menurut Ridwan, dengan Perda ini Bandung sudah satu langkah lebih maju, pemkot Bandung akan terus menegakkan peraturan tersebut. Selain itu, edukasi terhadap masyarakat akan sering dilakukan melalui program program edukasi. "Masyarakat yang keren itu tidak bawa kantong plastik tapi membawa kantong belanja sendiri. Tapi kalau kepepet nanti bisa beli dengan nilai yang nanti kita terapkan," jelas Ridwan.
Pemberlakuan nilai kantong plastik sendiri beragam mulai dari 200 rupiah, uji coba tersebut akan dilakukan hingga Juni. Ridwan berharap hal itu menjadi gaya baru. Menurutnya, biaya produksi kantong plastik untuk satu merek saja bisa mencapai Rp100 miliar per tahun. "Satu merek saja, biayanya 100 miliar rupiah per tahun, kalikan beberapa merek, kalau itu diubah untuk dana sosial, CSR untuk masyarakat kan itu bisa lebih baik daripada memanjakan konsumen dengan kantong plastik," ungkapnya. (Dudy Supriyadi)
Ridwan Kamil dan isteri.[/caption] Menurut Ridwan, dengan Perda ini Bandung sudah satu langkah lebih maju, pemkot Bandung akan terus menegakkan peraturan tersebut. Selain itu, edukasi terhadap masyarakat akan sering dilakukan melalui program program edukasi. "Masyarakat yang keren itu tidak bawa kantong plastik tapi membawa kantong belanja sendiri. Tapi kalau kepepet nanti bisa beli dengan nilai yang nanti kita terapkan," jelas Ridwan.
Pemberlakuan nilai kantong plastik sendiri beragam mulai dari 200 rupiah, uji coba tersebut akan dilakukan hingga Juni. Ridwan berharap hal itu menjadi gaya baru. Menurutnya, biaya produksi kantong plastik untuk satu merek saja bisa mencapai Rp100 miliar per tahun. "Satu merek saja, biayanya 100 miliar rupiah per tahun, kalikan beberapa merek, kalau itu diubah untuk dana sosial, CSR untuk masyarakat kan itu bisa lebih baik daripada memanjakan konsumen dengan kantong plastik," ungkapnya. (Dudy Supriyadi)




























