Pj Bupati Mubar Ditantang Bicara di Media Soal Banting Gobang

Pj Bupati Mubar Ditantang Bicara di Media Soal Banting Gobang
Kendari, Obsessionnews - Fenomena banting pin jabatan atau Gobang yang dikabarkan dilakukan Pj Muna Barat (Mubar) LM Rajiun di Kantor Bupati Mubar, Rabu (10/2/2016), mendapat kecaman. Obsessionnews.com sudah berusaha berulang-ulang melakukan konfirmasi pada Rajiun namun nomor handphone tidak aktif. Humas Bupati Mubar, Rasidin, sebagai perpanjangan lidah Pj Bupati Muna Barat berhasil dihubungi, Kamis. (18/2/2016). Melalui klarifikasinya, Rasidin mengatakan La Ode Agus bersama teman-temannya saat itu berpenampilan seperti preman sehingga itu merusak pemandangan Pj Bupati. “Mereka ini kan teman-teman juga, datang pakai jaket levis, celana pendek, pakai kalung dan pakai kain ikat kepala, itu kan menggangu ya,” ungkapnya pada Obsessionnews.com, Kamis (18/2/2016). Namun ketika Obsessionnews.com ingin menanyakan lebih jelas, Rasidin terburu-buru mematikan handphone sambil mengatakan ada tamu. Melalui seluler itu suara Rasidin seolah terbatah-batah dalam mengeluarkan klarifikasinya. Hari yang sama tuduhan itu langsung dibantah La Ode Agus, Ia menganggap Rasidin hanya berspekulasi belaka. "Humas itu kan tidak ada ditempat kejadian, makanya dia hanya berspekulasi, seolah menyudutkan saya. Padahal dia perpanjangan lidah Pak Rajiun, mestinya memberikan komentar yang baik. Namun jawabannya malah mereka-reka fakta yang ada," tuturnya. Mantan Ketua BEM FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) juga ini kecewa atas pernyataan yang dilontakan Rasidin, yang menganggap La Ode Agus preman dan mengatakan tidak berpakaian rapi. “Salah kalau kemudian dikatakan saat itu kami berpakaian celana pendek, kami berpakaian celana panjang kok. Saya kecewa ketika dituduh sebagai preman, dan logika apa yang digunakan, padahal kami datang baik-baik,” tandasnya. Menurut La Ode Agus, pernyataan yang dilontarkan Rasidin melalui media sungguh tidak beretika dengan menggunakan tuduhan-tuduhan yang tidak sesuai fakta. La Ode Agus berharap juga Rajiun mau mengklarifikasi lewat media terhadap sikap pembantingan Gobang dan kata-kata sumbang yang tak layak diucapkan seorang pejabat. “Saya ingin luruskan pada publik khususnya Muna Barat agar kami tidak terkesan dianggap preman yang melakukan penekanan terhadap Pak Rajiun. Dia harus melihat prestasi kita dulu, melihat latar belakang saya, apakah saya berlatar belakang preman atau bukan. Dan telusuri perjalanan saya bersama Pak rajiun sebelumnya, apakah ada masalah atau tidak,” tantangnya. Namun lebih lanjut, La Ode Agus mengakui diantara temannya ada yang memakai kalung, namun menurutnya itu tidak ada masalah.”Betul ada teman yang pakai kalung, tapi apa salah kalau pakai kalung. Bagaimana sebelumnya orang yang pernah ketemu rajiun pakai tato-tato, apakah mereka itu dikatakan preman. Sekarang kok saya yang mau ketemu Rajiun dianggap preman. Ini penyanggahan fakta yang keliru dan telah menyudutkan saya,” gerahnya. (Asma)