Saudi Enggan Turunkan Volume Produksi Minyaknya

Saudi Enggan Turunkan Volume Produksi Minyaknya
Riyadh - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, pada Kamis (18/2), menyatakan bahwa negaranya tidak berencana menurunkan volume produksi minyak mentahnya. Dalam wawancaranya dengan AFP, al-Jubeir mengemukakan pernyataan itu setelah sebelumnya mengumumkan, dalam kesepakatan dengan Rusia dan menyatakan siap untuk menghentikan produksi minyaknya jika para rival minyak negara ini juga bersedia melakukan hal yang sama. Al-Jubeir mengatakan, jika [negara-negara] produsen minyak berencana membatasi produksi atau sepakat untuk menghentikan surplus produksi mereka, hal ini kemungkinan akan mempengaruhi pasar, akan tetapi Arab Saudi tidak siap untuk menurunkan volume produksinya. Tanpa menyinggung peningkatan produksi minyak negaranya selama dua tahun terakhir, Menlu Arab Saudi mengklaim bahwa masalah minyak ditentukan oleh distribusi, permintaan dan tenaga pasar. Dan bahwa Arab Saudi akan mempertahankan volume produksinya. Menurut para analis politik dan ekonomi, Arab Saudi dan Qatar dalam setahun terakhir memainkan peran determinan dalam anjloknya harga minyak mentah dunia. Langkah itu ditujukan mendaratkan pukulan telak pada sektor industri minyak Iran dan Rusia karena penentangan keduanya terhadap politik regional Arab Saudi dan Qatar. Harga minyak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang mencapai 100 dolar per barel pada 2013, saat ini merosot hingga kurang dari 30 dolar per barel. (irib.ir)