Kinerja Baik, KSPS Sidogiri akan Jadi Pelopor Penyalur KUR

Pasuruan, Obsessionnews - Pemerintah mendorong Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPS) BMT UGT Sidogiri supaya menjadi pelopor koperasi Indonesia yang akan menjadi penyalur KUR di tahun 2016 ini. Sebab, secara keseluruhan performance koperasi ini menunjukan kinerja yang baik. "Ini menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat (anggota) sangat tinggi," ujar Deputi bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo saat dihubungi di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (19/2/2016). Misalnya kata Braman, dari sisi jumlah anggota, KSPS Sidogiri selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hingga 2016 ini jumlah anggota KSPS Sidogiri sudah sebanyak 12.901 atau meningkat 11,20 persen dari tahun 2014. Asset yang dibukukan pun bertambah dari Rp 1.51 triliun tahun 2014 menjadi Rp 1,89 triliun tahun 2015 atau meningkat 25,35%. Modal KSPS Sidogiri juga meningkat dari Rp 581 miliar tahun 2014 menjadi Rp 670,8 miliar tahun 2015. Menyusul sisa hasil usaha (SHU) meningkat dari 2014 yang hanya 68,73 miliar menjadi Rp 72,47 miliar pada tahun 2015. Dari sisi likwiditas juga berhasil diangka 152,90%, serta solvabilitas sebesar 125,24%. "Ini menunjukan kondisi keuangan cukup baik, artinya memiliki kemampuan untuk melunasi segala kewajiban jangka pendek bila jatuh tempo," kata Braman, seraya mengatakan KSPPS Sidogiri baru akan melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2015, pada 20 Februari 2016 besok. Pemerintah selalu berharap kepada koperasi agar ikut berpartisipasi dalam penyaluran KUR di Indonesia. Dengan demikian, kata Braman gerakan ekonomi kerakyatan melalui lembaga koperasi bisa ikut serta dalam program pemerintah yaitu keikutsertaan dalam mempercepat akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro kecil. Menurut Braman, syarat menjadi penyalur KUR, pertama koperasi harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dalam RAT. Kedua, harus memenuhi kriteria sehat dari aspek keuangan termasuk likwiditas, solvabilitas dan rentabilitas. Ketiga, penyaluran KUR harus kepada anggota bukan calon anggota. Keempat, koperasi harus diverifikasi untuk mendapat persetujuan di komite kebijakan KUR. Kemenkop UKM tahun ini menargetkan 10 koperasi jadi penyalur KUR. Selain (KSPS) BMT UGT Sidogiri, Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) Pekalongan juga tengah mempersiapkan diri. Kedua koperasi ini dinilai paling siap secara kelembagaan. Apabila koperasi ingin menjadi penyalur KUR, maka dana KUR sepenuhnya disiapkan oleh koperasi sendiri. Pemerintah akan memberikan insentif berupa subsidi bunga 10 persen. Seperti KUR untuk mikro dengan plafon kredit sampai dengan Rp 25 juta, suku bunga yang ditetapkan sebesar 9 persen. (Has)





























