IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 4740 Hingga 4800

Jakarta, Obsessionnews - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin diwarnai aksi ambil untung pemodal lokal terutama di sesi dua. IHSG yang sempat menguat 27 poin di sesi pertama, akhirnya tutup hanya menguat 13,287 poin di 4778,794. Nilai transaksi di Pasar Reguler meningkat mencapai Rp 5,85 triliun dan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih mencapai Rp367 miliar. Aksi ambil untung terjadi setelah Bank Indonesia kemarin menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7% sebagaimana yang diperkirakan sebelumnya. Penguatan terbatas IHSG kemarin ditopang aksi beli atas saham-saham berbasiskan komoditas seperti saham tambang batubara dan logam menyusul rebound harga minyak mentah di atas USD30/barel menyusul spekulasi pasar produsen minyak utama dunia seperti Arab Saudi dan Rusia menyepakati pembatasan produksinya. Sementara Wall Street tadi malam, koreksi tipis setelah tiga hari perdagangan sebelumnya mengalami penguatan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,25% dan 0,47% di 16413,43 dan 1917,83. Pasar digerakkan dengan sentimen pergerakan harga minyak mentah dan sejumlah berita individual korporasi terutama yang berbasiskan teknologi seperti IBM. Harga minyak mentah tadi malam koreksi tipis 0,82% di USD30,41/barel. Dari pergerakan tersebut, pengamat pasar modal David Setyanto menilai, pada perdagangan akhir pekan ini, pergerakan IHSG rawan koreksi akibat aksi ambil untung setelah menguat selama empat sesi perdagangan berturut-turut dalam pekan ini. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4740 hingga 4800. Berikut beberapa saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini, Jumat (19/2)antara lain, INCO 1480-1635 TB, SL 1400 ITMG 1480-1635 TB, SL 1400 PTBA 4500-4725 TB, SL 4480 UNTR 15900-16700 TB, SL 15700 PPRO 190-210 TB, SL 178 INDF 6600-6900 SoS, SL 6500 PGAS 2600-2800 TB, SL 2500 INTP 19700-21200 TB, SL 19550 ELSA 240-270 Buy, SL 230. (Mahbub Junaidi)





























