Tawaran Bunga Deposito Tinggi, Instrumen Pasar Keuangan Dangkal

Jakarta, Obsessionnews - Instrumen pasar keuangan dalam negeri jadi dangkal. Penyebabnya, tawaran bunga deposito yang tinggi sebab investasi di sektor ini banyak diminati ketimbang portofolio lainnya seperti reksadana, saham atau obligasi. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro di Jakarta, Kamis (18/2), mengatakan pengaturan suku bunga deposito perlu dilakukan guna mengendalikan preferensi investor dalam menancapkan modal. Kalau ditekan rendah, maka pemilik modal bakal mencari instrumen lain. Sebabnya kata dia, tingkat bunga deposito baka tak menjanjikan return menggiurkan sehingga ada pemikiran untuk hijrah ke instrumen lain. "Mudah-mudahan dengan itu financial deepening bisa terjadi. Selama ini financial deepening kita dangkal," ujar dia. Mayoritas investor domestik, punya karakter enggan ambil resiko. Menyimpan duit dalam bentuk deposito kata Bambang, jadi lebih aman ketimbang instrumen lain. "Kalau disodorin reksadana masih ragu-ragu. Dan perbankan di sini dengan senang hati meng-entertain nasabah. Jadi lah suku bunga tinggi," lanjut dia. Akibatnya, dengan kondisi seperti ini kompetisi suku bunga tinggi terjadi di antara perbankan. Padahal, lebatnya bunga deposito bakal menjadi beban yang dipaksa mendapat likuiditas dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan biaya yang tinggi. "Ya pasti pemerintah yang hadir," sebutnya. (Mahbub Junaidi)





























