Rio Haryanto Pembalap F1 Pertama dari Asia?

Jakarta, Obsessionnews-Rio Haryanto diminta untuk tetap fokus pada pekerjaan membalapnya di Formula 1. Karena kejuaraan ini butuh fisik, kerja keras dan konsentrasi tinggi. Setelah cita-citanya tecapai, ibu Rio, Indah Pennywati pada wartawan hari ini di kantor pusat Pertamina Jakarta, mengaku lega, karena selama ini Rio selalu bertanya tentang masalah ini, termasuk soal dana. Manajemen Rio diharuskan membayar uang muka 5,5 juta euro, naik dari 3 juta euro, karena tenggat waktu pertama sudah habis. Manajemen Rio sudah punya uang 3 juta euro, kemudian sekarang ditambah 2,5 juta euro yang dibayarkan oleh Pertamina, sponsor Rio sejak 2010, disamping Kiky Sport. Pembayaran 2,5 juta euro dibenarkan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di kantor Pertamina, hari ini. Mempora Imam Nahrawi berjanji akan mencairkan dana Rp 100 miliar yang dijanjikan pihaknya dari APBN Perubahan 2016.
Tapi terjadi beda pendapat antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo yang menyentil Menpora sekarang, Imam Nachrowi. Politisi Demokrat yang ditunjuk menggantikan Andi Malarangeng itu menilai Menpora salah sebut dengan mengatakan Rio adalah pembalap pertama dari Asia. Roy melalui akun twitternya mengatakan pembalap Asia pertama di Fotmula 1 adalah Alex Yoong asal Malaysia. Data nenyebutkan, kedua petinggi ini sama-sama salah. Pangeran Bira dari Thailand adalah pembalap Formula 1 yang pertama yang berdarah Asia. Ia ikut dalam balapan F1 pada 1950, dan mencapai posisi 8 klasemen akhir. Pangeran Bira meninggal di London pada 1985 dalam usia 71. Kemudian ada pembalap Jepang, wajar karena Jepang juga menyuplai mesin ke F1. Pada 1987, nama Satoru Nakajima cukup populer. Ia mencapai peringkat 4 di Silverstone (1987) dan Adelaide Australia (1989). Kemudian ada Aguri Suzuki yang pada 1990 mencapai posisi 3 di GP Suzuka. Setelah itu muncul Alex Yoong dari Malaysia pada 2000. Kemudian muncul Takuma Sato. Pada 2004, Sato mencapai podium 3 di Indianapolis, AS. Sato kalah cepat dari Michael Schumacher dan Rubens Barrichelo. Ia mencapai peringkat 8 klasemen akhir GP 2004. Asia mengirim wakilnya lagi pada 2016, melalui Rio Haryanto. (baron/wikipedia)
Tapi terjadi beda pendapat antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo yang menyentil Menpora sekarang, Imam Nachrowi. Politisi Demokrat yang ditunjuk menggantikan Andi Malarangeng itu menilai Menpora salah sebut dengan mengatakan Rio adalah pembalap pertama dari Asia. Roy melalui akun twitternya mengatakan pembalap Asia pertama di Fotmula 1 adalah Alex Yoong asal Malaysia. Data nenyebutkan, kedua petinggi ini sama-sama salah. Pangeran Bira dari Thailand adalah pembalap Formula 1 yang pertama yang berdarah Asia. Ia ikut dalam balapan F1 pada 1950, dan mencapai posisi 8 klasemen akhir. Pangeran Bira meninggal di London pada 1985 dalam usia 71. Kemudian ada pembalap Jepang, wajar karena Jepang juga menyuplai mesin ke F1. Pada 1987, nama Satoru Nakajima cukup populer. Ia mencapai peringkat 4 di Silverstone (1987) dan Adelaide Australia (1989). Kemudian ada Aguri Suzuki yang pada 1990 mencapai posisi 3 di GP Suzuka. Setelah itu muncul Alex Yoong dari Malaysia pada 2000. Kemudian muncul Takuma Sato. Pada 2004, Sato mencapai podium 3 di Indianapolis, AS. Sato kalah cepat dari Michael Schumacher dan Rubens Barrichelo. Ia mencapai peringkat 8 klasemen akhir GP 2004. Asia mengirim wakilnya lagi pada 2016, melalui Rio Haryanto. (baron/wikipedia) 




























