Inilah 'Rahasia' PDI-P Menangkan Pilkada

Jakarta, Obsessionnews - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sukses menguasai pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember tahun lalu dengan memenangkan 132 kepala daerah dari 264 daerah yang mengadakan Pilkada. Kemenangan ini menjadi kado terindah PDI-P setelah tahun sebelumnya 2014 PDI-P menjadi partai pemenang Pemilu yang sukses mengantarkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ke kursi Istana Presiden. Meski demikian, kemenangan PDI-P dalam Pilkada 2015 juga tidak terlepas dari kinerja dan perjuangan Agustin Teras Narang, yang ditunjuk oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Kepada Obsessionnews, Teras Narang mengatakan, keberhasilan PDI-P dalam memenangkan Pilkada 2015 adalah berkat kerjasama dan bantuan dari para kader PDI-P. Pihaknya, hanya sebatas menjalankan amanah yang diberikan oleh Ketua Umum. Menurut Teras, yang dilakukan oleh PDI-P dalam menghadapi Pilkada 2015 adalah penguatan badan-badan yang bertugas mengawal pelaksanaan Pilkada, yakni Badan Pemenangan, Badan Saksi Nasional, dan Badan Hukum dan Advokasi. Semua ini kata Teras, telah bekerja dengan baik "Nah ini kami ditugaskan oleh DPP bekerja ini bertahap, jadi kalau kaya saya badannya saya itu bekerja sampai dengan sampai hari pencoblosan. Misalnya kemarin tanggal 27 maka kami berakhir pada pukul 26 atau pukul 12 malam tugas kami," kata Teras Selasa (16/2/2016) Mantan Gubernur Kalimantan Tengah ini mencontohkan, kinerja Badan Saksi, diberikan tugas mengumpulkan C1 dan sebagainya termasuk mengecek semua kinerja saksi-saksi dan regu penggerak Pemilu. Tujuan Badan Saksi ini, untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam proses penghitungan suara. "Kemudian setelah selesai pencoblosan sampai penghitungan dan lain sebagainya, kan ada keputusan KPUD itu masuk ke badan penasehat hukum dan advokasi. Nah ini yang lagi diperkuat ni, karena saya ditugaskan untuk badan pemenangan ini, kalau untuk bagi saya kan ini jadi satu," terangnya. Di luar itu, memang banyak faktor yang menjadikan PDI-P memenangkan Pilkada. Kinerja pemerintah baik ditingkat pusat maupun daerah yang mewakili kader PDI-P bisa menjadi satu faktor kemenangan dalam Pilkada. Namun, menurut Teras faktor itu tidak dominan. "Saya melihat presentasenya sekarang justru kecil ya. Banyak yang tahu ya cuman pada pengenalannya si calon dan kedekatannya dia dengan para pemilih," tuturnya. Meski begitu, Teras mengakui kinerja yang baik dari kader PDI-P yang duduk di pemerintahan, juga menjadi penyebab PDI-P bisa dipercaya kembali oleh masyarakat. Misalnya kata dia, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Masyarakat mengenal Risma karena kinerjanya yang bagus disukai rakyat. "Kalau mereka mampu menjadi pemimpin yang bisa mengayomi rakyatnya memberikan kesejahteraan yang baik untuk rakyatnya itu otomotis. Jadi itulah yang menjadi dasar bagi saya dalam rangka melakukan evaluasi saat ini," jelasnya. Teras menambahkan, faktor uang bukan penyebab PDI-P memenangkan Pilkada 2015. Menurutnya, uang tidak bisa membeli suara masyarakat. Sebab yang utama bagi seorang pemimpin dalah kejujuran, amanah dan tangung jawab dalam bekerja. (Albar)





























