Inilah Persiapan PDI-P Hadapi Pilkada 2017

Inilah Persiapan PDI-P Hadapi Pilkada 2017
Jakarta, Obsessionnews - Sebagai partai pemenang pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015, PDI Perjuangan (PDI-P) terus berupaya menata diri, agar pada Pilkada 2017 nanti, kemenangan itu bisa terulang kembali. Agustin Teras Narang yang dipercaya sebagai Ketua Badan Pemenang Pemilu (Bappilu) mengatakan, pihaknya saat ini sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi Pilkada 2017. Tentunya, dengan melakukan beberapa hal. "Pertama apa yang kami lakukan sekarang ini, Minggu ini ya sampai tuntas untuk melakukan evaluasi terhadap hasil Pemilihan Kepala Daerah baik yang 2015 maupun yang 2016," kata Teras kepada Obsessionnews, ‎Selasa (16/2/2016) Evaluasi itu kata Teras, akan membahas calon-calon kepala daerah dari PDI-P baik yang gagal maupun yang menang. ‎"Nanti disitu kami akan sampaikan kepada DPP semacam rekomendasi dan evaluasi yaitu berupa laporan apa yang kami sudah lakukan dan apa yang akan dilakukan kedepan," tuturnya. Mengapa demikian, sebab, Teras menyebut dalam Pilkada kemarin, ada calon yang diharapkan bisa menang, tapi ternyata kalah. Ada juga yang tidak diprediksi akan menang, tapi ternyata kebalik‎. Hal-hal seperti itu kata dia, harus dievaluasi, kenapa dan apa yang harus dilakukan kedepan. ‎"Tentu ini menjadi bahan bagi DPP dalam rangka untuk nanti merekomendasikan siapa-siapa yang akan menjadi bakal calon untuk Pilgub 2017," ucapnya. Mantan Gubernur Kalimantan Tengah ini menuturkan, ada beberapa faktor mengapa masih banyak calon kepala daerah dari PDI-P yang gagal dalam Pilkada kemarin. Padahal, mereka diprediksi bakal menang. Menurut Teras, salah satu penyebabnya adalah, partisipasi masyarakat yang rendah. "Pertama dari sisi partisipasi ya, jadi partisipasi dikantong-kantong tertentu itu tidak menggunakan haknya. Jadi partisipasi agak rendah tahun ini keseluruhan‎," ungkapnya. Partisipasi masyarakat yang rendah dalam mengikuti Pilkada, tidak sama dengan Golput. Menurutnya, berbeda, partisipasi itu lebih kepada masyarakat yang tidak datang pada saat pemilihan. Sementara Golput, masyarakat datang, tapi tidak memilih. ‎"Ketidak datangan ini tentu menjadi suatu evaluasi kan kenapa berkurang dari yang dulu," tuturnya. Tentunya kata dia, ini juga bisa menjadi catatan bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk lebih giat dalam mensosialisasikan Pilkada, demikian juga para pasangan calon, dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Sebab, mereka sudah diberikan waktu yang panjang untuk bersosialisasi kepada masyarakat. "Nah ini yang kita evaluasi. Karena sudah banyak kita anggap dia berhasil tetapi kemudian setelah dilakukan pemilihan dikantong-kantong dia itu ternyata tidak banyak yang pemilih," ucapnya. Kemudian, yang sudah bukan menjadi rahasia umum, yaitu permainan politik uang atau money politik. Teras mengakui, politik uang juga menjadi faktor adanya kecurangan dalam setiap pelaksanaan Pilkada. Kecurangan model ini seolah tidak bisa dihindari. "Pasti ada, pasti ada itu dan itu tentu kayak kita ya udah lama main di Pilkada ini sudah ditahu lah. Jadi tentu bagi kita ya kita harus berupaya untuk mengurangi baik dari calon kita maupun dari pihak calon lawan," jelasnya. Meski sudah memenangi Pilkada, Teras menghimbau kepada semua kader PDI-P untuk tidak terlena dan larut dalam euforia. Menurutnya, kemenangan itu hanya dalam sisi waktu. Saat ini, PDI-P mungkin menang, namun, kedepan tidak ada yang bisa menjamin kemenangan itu bisa terulang. ‎"Saya berpandangan sebagai badan pemenangan saya bilang kemenangan yang kita peroleh ini bukan merupakan hadiah tapi ini merupakan suatu tanggungjawab kedepan yang jauh lebih berat lagi," katanya. "Saya selalu bilang kita tidak boleh kita bertepuk dada, terlena, kerena ini kan dinamis karena apa yang kita peroleh di 2015, 2016 nanti di 2017 bisa aja berubah kalau kita lengah, karena kita lupa kedinamisan itu," sambungnya. (Albar)