Tubagus Iman Ariyadi, Wali Kota Muda, Cerdas, dan Religus

Serang, Obsessionnews– Untuk kali kedua, pasangan Tubagus Iman Ariyadi dan Edi Ariadi terpilih memimpin Kota Cilegon. Bersama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa, keduanya dilantik oleh Gubernur Banten Rano Karno di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Serang, Rabu (17/02/2016). Tubagus Iman Ariyadi atau akrab disapa Iman, bersama Edi Ariadi, akan memimpin Kota Cilegon untuk periode 2016-2021. Kemenangan pasangan Iman-Edi dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015 ditetapkan melalui keputusan KPU Kota Cilegon. Keduanya meraup kemenangan mutlak dengan 135.204 suara atau 77,37 persen dari total suara pemilih. Kemenangan itu dirasa pantas jika menilik capaian pasangan ini di periode sebelumnya. Salah satu yang paling dianggap berhasil adalah capaian di bidang pendidikan. Peran nyata Pemkot Cilegon dalam meningkatkan pendidikan antara lain dengan mengeluarkan program pendidikan gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri.
Keberhasilan Pemkot Cilegon dalam mencerdaskan masyarakat itu ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cilegon yang mencapai 75.89 pada 2012. Padahal sebelumnya di tahun 2008 IPM Kota Cilegon hanya mencapai 74.94. Capaian tersebut sejatinya telah jauh melampaui IPM Provinsi Banten. Fokusnya program pendidikan yang dijalankan Pemkot Cilegon tak lepas dari sosok Iman Ariyadi. Berasal dari keluarga religius-politikus, karir Iman pun tak jauh dari itu. Ayahnya adalah H Tb Aat Syafaat yang merupakan wali kota Cilegon periode 2000-2005 dan 2005-2010. Sejak kecil, Iman mendapat pendidikan agama yang ketat. Usai lulus di SDN II Cilegon pada 1990, lelaki kelahiran Lebak, 4 Oktober 1978 itu dikirim nyantri di Pondok Pesantren Daar El-Qalam Gintung, Tangerang. Setelah menyelesaikan pendidikannya di pondok pada tahun 1996, Iman melanjutkan studinya ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, dengan mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Dakwah. Usai lulus, Iman pun kuliah di Universitas Trisakti dan berhasil menggondol gelar Magister Manajemen pada Tahun 2001. Tak cukup mendapat satu gelar magister, Iman juga meraih gelar serupa di pascasarjana Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2009. Di universitas yang sama, ia kemudian melanjutkan pendidikan pada program doktor ilmu politik. Aktif Dakwah dan Berorganisasi Bakat kepemimpinan Iman, sejatinya, sudah tampak ketika ia didorong rekan-rekannya untuk menjabat ketua Kosma (Komisariat Mahasiswa) selain juga sangat aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung, lalu menjadi pengurus Badan Koordinasi HMI Jawa Bagian Barat. Bahkan saat ini, selain menjabat wali kota, ia masih dipercaya menjadi Ketua Umum KAHMI Banten. Selain di HMI, Iman juga aktif di beberapa organisasi yang ada di Kota Cilegon dan Provinsi Banten. Antara lain ia menjadi ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten. Sementara di Partai Golkar, Iman pernah ditunjuk sebagai Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Provinsi Banten, dan Wakil Ketua II DPD Partai Golkar Kota Cilegon. Selain berorganisasi dan berpolitik, suami Hj Ida Farida ini sangat mencintai dunia pendidikan. Terbukti, karena kecintaannya pada dunia pendidikan, usai lulus dari bangku kuliah ia pernah mengabdi di almamaternya dengan menjadi asisten dosen. Pada tahun 2000-2002, Iman pernah mengajar sebagai dosen luar biasa di STAIN Serang. Ia juga pernah memberikan kursus Bahasa Arab untuk siswa SMA dan kerap diundang sebagai penceramah di majelis-majelis taklim dan sejumlah masjid ternama di Bandung dan Cilegon. Meski masih sangat muda, melihat pengalaman keorganisasian yang matang, masyarakat Cilegon mendorongnya untuk duduk menjadi anggota DPRD Provinsi Banten pada tahun 2004. Jabatan ini dimanfaatkan betul oleh Iman sebagai batu loncatan. Kematangannya di dunia politik mengantarkan Iman berhasil duduk di kursi DPR-RI mewakili Provinsi Banten dari Daerah Pemilihan II Banten pada Pileg 2009. Jabatan ini tak berlangsung lama. Sebab pada tahun 2010 tepatnya tanggal 20 Juli 2010 dirinya dilantik menjadi Wali Kota Cilegon didampingi oleh Wakil Wali Kota H Edi Ariadi. (Fath/dari beragam sumber)
Keberhasilan Pemkot Cilegon dalam mencerdaskan masyarakat itu ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cilegon yang mencapai 75.89 pada 2012. Padahal sebelumnya di tahun 2008 IPM Kota Cilegon hanya mencapai 74.94. Capaian tersebut sejatinya telah jauh melampaui IPM Provinsi Banten. Fokusnya program pendidikan yang dijalankan Pemkot Cilegon tak lepas dari sosok Iman Ariyadi. Berasal dari keluarga religius-politikus, karir Iman pun tak jauh dari itu. Ayahnya adalah H Tb Aat Syafaat yang merupakan wali kota Cilegon periode 2000-2005 dan 2005-2010. Sejak kecil, Iman mendapat pendidikan agama yang ketat. Usai lulus di SDN II Cilegon pada 1990, lelaki kelahiran Lebak, 4 Oktober 1978 itu dikirim nyantri di Pondok Pesantren Daar El-Qalam Gintung, Tangerang. Setelah menyelesaikan pendidikannya di pondok pada tahun 1996, Iman melanjutkan studinya ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, dengan mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Dakwah. Usai lulus, Iman pun kuliah di Universitas Trisakti dan berhasil menggondol gelar Magister Manajemen pada Tahun 2001. Tak cukup mendapat satu gelar magister, Iman juga meraih gelar serupa di pascasarjana Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2009. Di universitas yang sama, ia kemudian melanjutkan pendidikan pada program doktor ilmu politik. Aktif Dakwah dan Berorganisasi Bakat kepemimpinan Iman, sejatinya, sudah tampak ketika ia didorong rekan-rekannya untuk menjabat ketua Kosma (Komisariat Mahasiswa) selain juga sangat aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung, lalu menjadi pengurus Badan Koordinasi HMI Jawa Bagian Barat. Bahkan saat ini, selain menjabat wali kota, ia masih dipercaya menjadi Ketua Umum KAHMI Banten. Selain di HMI, Iman juga aktif di beberapa organisasi yang ada di Kota Cilegon dan Provinsi Banten. Antara lain ia menjadi ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten. Sementara di Partai Golkar, Iman pernah ditunjuk sebagai Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Provinsi Banten, dan Wakil Ketua II DPD Partai Golkar Kota Cilegon. Selain berorganisasi dan berpolitik, suami Hj Ida Farida ini sangat mencintai dunia pendidikan. Terbukti, karena kecintaannya pada dunia pendidikan, usai lulus dari bangku kuliah ia pernah mengabdi di almamaternya dengan menjadi asisten dosen. Pada tahun 2000-2002, Iman pernah mengajar sebagai dosen luar biasa di STAIN Serang. Ia juga pernah memberikan kursus Bahasa Arab untuk siswa SMA dan kerap diundang sebagai penceramah di majelis-majelis taklim dan sejumlah masjid ternama di Bandung dan Cilegon. Meski masih sangat muda, melihat pengalaman keorganisasian yang matang, masyarakat Cilegon mendorongnya untuk duduk menjadi anggota DPRD Provinsi Banten pada tahun 2004. Jabatan ini dimanfaatkan betul oleh Iman sebagai batu loncatan. Kematangannya di dunia politik mengantarkan Iman berhasil duduk di kursi DPR-RI mewakili Provinsi Banten dari Daerah Pemilihan II Banten pada Pileg 2009. Jabatan ini tak berlangsung lama. Sebab pada tahun 2010 tepatnya tanggal 20 Juli 2010 dirinya dilantik menjadi Wali Kota Cilegon didampingi oleh Wakil Wali Kota H Edi Ariadi. (Fath/dari beragam sumber) 




























