KTI Kecam Sudirman Said Kuasai Blok Masela

Jakarta, Obsessionnews- Anggota Kawasan Timur Indonesia (KTI) Laode Ida mempertanyakan sikap Sudirman Said (SS) yang dianggap ngotot kelola gas di Blok Masela (Maluku) berbasis di laut (off shore). Laode menganggap sikap SS belum mampu meyakinkan kelompok masyarakat atau KTI pada umumnya. “Pertanyaan itu selalu muncul dalam diskusi KTI, dan kami hanya menjawab hanya SS dengan logika yang mereka bangun. Sebagian memang sudah kerap dijelaskan oleh SS terhadap sebagian masyarakat Maluku," ungkapnya pada Obsessionnews.com, Rabu (17/2/2016). Bagi warga Maluku dan KTI, jelas Laode, tambang gas Masela dengan sistem on shore merupakan harga mati. Bahkan pada titik ekstrim, menyatakan lebih baik tidak usah dieksploitasi SDA itu ketimbang, diekstrak di tengah laut. “Sikap saudara-saudara kita bukan sekedar menang-menangan. Alasan logis dengan basis argument empirik sangat kuat menyakinkan. Intinya di on shore akan jauh lebih banyak manfaatnya bagi masyarakat lokal ketimbang di off shore. Orang-orang awam yang sederhana pun dapat menerima logika dan argument itu,” tandas Mantan Wakil Ketua DPD RI. Menurut Laode, keinginan masyarakat KTI mengenai hal itu konon sudah dibahas dan menjadi perdebatan dalam sidang kabinet. Bahakan Laode mengatakan anggota kabinet juga berpihak pada tambang Masela di On shore. “Dan SS, menurut info itu, tak memiliki argumen kuat untuk pertahankan keinginannya,” paparnya. Laode menilai, ada persoalan dimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini belum juga memiliki keputusan pasti menentukan kebijakan, apa mau ikut versi SS atau sesuai konsep dan harapan masyarakat KTI. "Sebab, ketidakjelasan dan lambannya sikap Jokowi kini dijadikan SS terus lakukan manuver sehingga merasa dapat angin untuk tetap bergerak," pungkas dia. Kondisi ini, lanjutnya, memunculkan kecurigaan terhadap SS. “Pertama, jangan-jangan SS dan gengnya sudah dapat servis khusus dari pihak investor swasta (asing) yang akan eksploitasi dan kelola Blok Masela. Kedua, jangan-jangan juga Presiden Jokowi kurang miliki pengetahuan yang dalam tentang bagaiman kelola SDA sepertit di blok Masela itu. Paling parahnya itu kecurigaan ketiga SS atau rezim penguasa negara ini tak ingin liat KTI maju mengejar IBB ini,” duganya. (Asma)





























