Usai Dilantik, Gubernur Rapat Bersama Bupati/Walikota Bahas Bencana

Limapuluh Kota, Obsessionnews- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno Rabu (17/2) mendakan rapat bersama 12 bupati/walikota yang baru dilantik. Rapat bersama digelar untuk membahas perpecapatan penanganan masa tanggap darurat pasca banjir dan longsor terjadi pada Minggu dan Senin (7-8/2). Irwan Prayitno mengatakan, banjir dan longsor maupun banjir bandang dapat dicegah, sehingga korban dapat diminimalisir. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pembersihan ke hulu sungai secara periodik. "Upaya itu sebagai langkah prevenif untuk mencegah korban," kata Irwan Prayitno saat mengunjungi lokasi banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (16/2). Selain pembersihan hulu sungai, masyarakat waspada dan berhati-hati apabila terjadi hujan diatas normal. [caption id="attachment_98718" align="aligncenter" width="497"]
Irwan Prayiitno.[/caption] Sebanyak 148 kepala keluarga di Nagari Sungai Naning, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota trauma pasca longsor terjadi di nagari tersebut. Kepala keluarga dimaksud trauma, karena kondisi tanah ditempat pemukiman mereka kondisinya retak-retak dan bergerak. Salah seorang tokoh masyarakat Sungai Naniang, Novrial mengatakan, warga trauma karena retak-retak membelah rumah mereka berikut lahan persawahan dan ladang warga. Ketakutan warga terhadap kondisi yang terjadi cukup beralasan terutama pada saat hujan akan terjadi longsor susulan. Sementara itu, pasca longsor yang menyebabkan badan jalan terban, belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Kondisi jalan di kecamatan itu banyak yang terban pada saat hujan terjadi pada Minggu dan Senin. (Musthafa Ritonga)
Irwan Prayiitno.[/caption] Sebanyak 148 kepala keluarga di Nagari Sungai Naning, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota trauma pasca longsor terjadi di nagari tersebut. Kepala keluarga dimaksud trauma, karena kondisi tanah ditempat pemukiman mereka kondisinya retak-retak dan bergerak. Salah seorang tokoh masyarakat Sungai Naniang, Novrial mengatakan, warga trauma karena retak-retak membelah rumah mereka berikut lahan persawahan dan ladang warga. Ketakutan warga terhadap kondisi yang terjadi cukup beralasan terutama pada saat hujan akan terjadi longsor susulan. Sementara itu, pasca longsor yang menyebabkan badan jalan terban, belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Kondisi jalan di kecamatan itu banyak yang terban pada saat hujan terjadi pada Minggu dan Senin. (Musthafa Ritonga)




























