Mandalika, Bak Perawan Tertidur Pulas

Mandalika, Bak Perawan Tertidur Pulas
Lombok Tengah, Obsessionnews - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang luasnya 1.035 hektar di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bak perawan tertidur pulas. Meski coba 'dibangunkan' lewat ajang nasional, seperti Hari Pers Nasional (HPN), 9 Februari 2016 yang lalu di Pantai Kuta, Lombok Tengah, yang masuk kawasan Mandalika, pergerakan kawasan tersebut masih alon-alon asal kelakon. Ketika Obsessionnews.com berkunjung ke sana, awal Februari kemarin, kondisi jalan ke objek wisata, semisal di Pantai Kuta masih buruk. Kemudian, akses jalan ke tempat-tempat tertentu bahkan tidak ada sama sekali. Kecuali, ditempuh dengan naik kuda atau sepeda motor khusus. Turis asal Australia, Jepang dan AS, memang sudah mulai banyak yang ke sana. Namun, jumlahnya masih minim sekali, dibandingkan luasnya wilayah dan banyaknya objek yang bisa dikunjungi. Padahal keindahan Mandalika sangat elok. Berupa deretan pantai dan teluk berornamen bukit-bukit hijau. Kawasan wisata baru andalan NTB itu masih bersuasana tenang, jauh dari kebisingan. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB, Lalu M. Fauzan, perlu ada dorongan yang kuat dari Pemerintah Pusat untuk memajukan kawasan Mandalika. "Meskipun sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, tampaknya investor belum bergerak cepat masuk ke mari. Padahal, kami siap memberikan segala kemudahan dalam perizinan dan sebagainya," ujar Fauzan. [caption id="attachment_98484" align="aligncenter" width="640"]Pantai Seger Kuta Pantai Seger Kuta[/caption] Sedangkan Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, L.A Hadi Faishal, menyorot masalah izin pertanahan dan mentalitas masyarakat yang penting diatasi. "Jika ada investor ingin membebaskan lahan buat hotel atau tempat wisata, rumitnya minta ampun. Bisa satu bidang tanah, diklaim oleh banyak orang sebagai pemilik. Kami minta kepada BPN untuk turun tangan mengatasinya," ujar Faishal yang juga GM Dpraya Lombok Hotel itu. Mentalitas masyarakat NTB secara umum untuk melayani turis juga dikeluhkan oleh Faishal. "Harusnya masyarakat sini tiru Bali dan Yogya. Setiap orang di sana, pasti sangat bersahabat terhadap turis yang datang," tambahnya. Sebenarnya, perhatian dari Pemerintah Pusat terhadap kawawsan Mandalika, bukan tidak ada. Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, ada 10 kawasan pariwisata yang jadi fokus pengembangan. Di sana, sarana dan prasarana seperti akses transportasi, infrastruktur jalan, hingga ketersediaan air minum bakal diperbaiki. Salah satunya, adalah kawasan Mandalika. Baca juga:Menkominfo Bulan Madu Kedua di Lombok Ada 10 Kawasan Pariwisata Bakal Dikembangkan Pemkot Padang Bangun Kawasan Wisata Terpadu Sebelumnya, bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mengunjungi Mandalika. JK menyebut, kawasan yang luasnya tiga kali kawasan wisata Nusa Dua Bali tersebut kelak mampu menampung 20 hotel berbintang lima. KEK Mandalika ini adalah satu diantara delapan KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. Tiga diantaranya adalah KEK pariwisata : Mandalika, Tanjung Lesung dan Morotai. ITDC adalah induk perusahaan BUMN yang membawahi perusahaan yang akan mengelola kawasan tersebut. Selama ini, sudah ada Bali Tourism Development Corporation (BTDC) di Nusa Dua Bali. Pada saat yang sama, dimulainya pembangunan hotel Pullman dan Club Med milik PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Lokasinya di KEK Mandalika. Investasinya Rp 400 miliar yang pendanaannya 30 persen dilakukan sendiri oleh ITDC. Break event point (titik impas) diperkirakan selama delapan tahun. [caption id="attachment_98485" align="aligncenter" width="640"]Pantai Seger Kuta Pantai Seger Kuta[/caption] Tiga hotel lainnya yang akan dilaunching untuk mempercepat pembangunan Mandalika adalah milik investor asal Korea yang belum memperoleh operator pengelolanya dan Club Med – hotel exclusive asal Perancis senilai Rp 1 triliun yang memiliki jaringan 60 cabang di dunia. Satunya lagi, akan dibangun oleh Diva Samudra Biru dari Amerika Serikat yang memiliki konsep intercontinental dan convention center. Keempat hotel tersebut membangun 1.000 kamar yang nantinya bisa menyerap 1.500 orang sebagai tenaga kerjanya. Mereka akan dididik melalui Sekolah Tinggi Pariwisata – Politeknik Pariwisata yang lahannya seluas 15 hektar disediakan ITDC. Siswanya dari masyarakat sekitar direkrut mulai tahun akademik 2016 menggunakan pembiayaan Program Kemitraan Bina Lingkungan ITDC. Di sana, disiapkan unit pengolahan air laut menjadi air bersih. ITDC bermitra dengan EBD Bauer Amerika Serikat melalui Mandalika Eco Water membangun treatment plant yang selama ini mengolah air laut di Timur Tengah antara lain di Dahram, Ryadh, Bahrain, Turki dan yang terdekat dari Indonesia adalah di Filipina. Sedangkan guna memenuhi kebutuhan listrik, Mandalika akan dilengkapi listrik tenaga surya (solar cell panel) yang menggunakan payung untuk mengkoleksi tenaga matahari yang penyimpanannya siang hari menggunakan tenaga listrik dan malam harinya menggunakan LNG. Di Mandalika Resort, ITDC akan membagi beberapa zona sesuai kearifan lokal dan predikat sebagai destinasi wisata halal. Master plan yang disiapkan mulai dari hotel dan MICE, zona Water Boom dan hiburan anak dan zona lapagan Golf. Semoga saja, Mandalika, yang menurut legenda setempat, nama seorang putri paling cantik di sana, bisa lekas bangun. Menggeliat dan turut menggerakan ekonomi NTB dan akhirnya, ikut menyelamatkan ekonomi nasional. Amien. (rez)