Pelantikan 17 Kepala Daerah, Jateng Gelontorkan Rp400 Juta

Pelantikan 17 Kepala Daerah, Jateng Gelontorkan Rp400 Juta
Semarang, Obsessionnews – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan setidaknya Rp 400 juta bagi 17 kepala daerah, pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilantik di besok Rabu (17/2/2016) di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Dana ratusan juta tersebut digunakan untuk menyiapkan hajatan politik terbesar bagi warga yang datang ke lokasi. Sekretaris Daerah Jateng, Sri Puryono menjelaskan seluruh dana digelontorkan untuk tiap kabupaten/kota yang ikut pesta rakyat tersebut. “Dana itu dipakai untuk menyediakan makanan khas tiap daerah yang akan disajikan di pesta rakyat” paparnya di Bappeda Jateng, Senin (15/2/2016). Dalam pelaksanaanya, seluruh daerah peserta pelantikan diwajibkan membawa kuliner andalan. Sebagai contoh, Kabupaten Wonosobo membawa Mie Ongklok, Purwokerto membawa sate, Solo yang terkenal dengan nasi liwetnya, Kota Semarang dengan Lumpia, dan sajian unik lainnya. “Prosesi pelantikan Bupati/Walikota besok jadi hajatan yang meriah bagi tamu undangan dan warga yang datang ke Simpang Lima,” jelas dia. Terpisah, pegawai Humas Provinsi Jawa Tengah, Arief Katili menjelaskan pesta rakyat digelar setelah pelantikan para kepala daerah selesai dilantik. “Jadi besok setelah semuanya resmi dilantik, kami juga mempersilahkan kepada para tamu undangan dan warga untuk menikmati sajian makanan yang ada,” kata dia. Terkait jumlah undangan, pihaknya mengaku tidak membatasi jumlah undangan yang datang. Pasalnya, tiap kepala daerah membawa serta tim sukses masing-masing. Dikatakan Kota Solo bahkan membawa sejumlah awak media yang biasa meliput pilkada. “Jumlah undangannya tidak dibatasi karena tiap kepala daerah bawa timses sendiri. Selain itu, veneu acaranya juga di lokasi terbuka jadi sangat sulit untuk membatasi tamu undangan,” tuturnya. Sampai sekarang, Pemprov Jateng masih mendata jumlah tamu undangan yang terus bertambah. Pihaknya juga mendata jumlah wartawan yang datang dari berbagai media cetak, televisi, radio hingga online. (Yusuf IH)