Guru PAUD Bandung Tuntut Peningkatan Kesejahteraan

Bandung, Obsessionnews - Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Bandung datangi kantor DPRD Kota Bandung mendesak adanya peningkatan kesejahteraan bagi mereka, Senin (15/2/2016). Ratusan guru PAUD itu juga menuntut sertifikasi serta kepedulian Pemkot Bandung dan DPRD Kota Bandung atas nasib mereka. "Anggota dewan yang terhormat cobalah perhatikan nasib kami, kami perlu sejahtera untuk makan minta keadilannnya," ujar koordinator aksi Sumi Bagea. Ratusan guru PAUD juga menuntut kesejahteraan, tunjangan daerah, pembinaan dalam meningkatkan kualitas serta sertifikasi seperti profesi guru lainnya. "Kami juga sama dengan guru lainnya perlu diperhatikan dong karena sama-sama dengan profesi guru lainnya, betul kawan-kawan ?," teriak yang lainnya mengamini dengan mengepalkan tangan.
Sementara itu Wakil Ketua DRPD Kota Bandung, Haru Suandharu yang menerima para pengunjuk rasa mengatakan para guru PAUD akan segera dibahas dan ditindaklanjuti bersama Pemkot Bandung. Haru mengatakan perlu waktu untuk membahas hal itu karena melibatkan Instansi terkait di Pemkot Bandung. "Kita fasilitasi sesuai dengan aspirasi dan keinginan yang disampaikan, sehingga ini tugas kita sebagai wakil mereka," tegasnya. Haru mengatakan dukungan itu segera disampaikan ke Pemkot Bandung, karena merekapun sama seperti guru lainnya. "Para ibu kita sangat menghargai profesi ibu, namun kita bersabarlah sambil menunggu ada pembahasan terkait hal ini," ucapnya. (Dudy Supriyadi)
Sementara itu Wakil Ketua DRPD Kota Bandung, Haru Suandharu yang menerima para pengunjuk rasa mengatakan para guru PAUD akan segera dibahas dan ditindaklanjuti bersama Pemkot Bandung. Haru mengatakan perlu waktu untuk membahas hal itu karena melibatkan Instansi terkait di Pemkot Bandung. "Kita fasilitasi sesuai dengan aspirasi dan keinginan yang disampaikan, sehingga ini tugas kita sebagai wakil mereka," tegasnya. Haru mengatakan dukungan itu segera disampaikan ke Pemkot Bandung, karena merekapun sama seperti guru lainnya. "Para ibu kita sangat menghargai profesi ibu, namun kita bersabarlah sambil menunggu ada pembahasan terkait hal ini," ucapnya. (Dudy Supriyadi)




























