Volume Kerjasama Sudan-Indonesia Meningkat

Volume Kerjasama Sudan-Indonesia Meningkat
Jakarta, Obsessionnews – Hubungan Indonesia dan Sudan semakin menunjukkan keseriusan kerjasama di berbagai bidang. Wakil Duta Besar Sudan untuk Indonesia Tarig Abdalla Ali mengatakan, volume perdagangan beberapa tahun terakhir ini berkembang pesat. “Selama beberapa tahun terakhir, volume perdagangan telah jauh berkembang . Nilai US $ 270 Juta menjadi US $ 747.800.000, ini karena upaya bersama yang diberikan oleh sektor swasta di kedua negara,” ujar Tariq dalam kata sambutannya di acara Hari Ulang Tahun (HUT) Sudan ke- 60 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis malam (11/2/2016). Tarig menggatikan posisi Duta Besar Sudan untuk Indonesia Abd Al Rahim Al Siddig yang saat ini berhalangan hadir, menjelaskan, Sudan dan Indonesia juga telah mencetak keberhasilan yang signifikan di bidang pendidikan khususnya yang berkaitan dengan perluasan pertukaran beasiswa, di tingkat Universitas dan lulusan pasca sarjana. Sudan menawarkan setiap tahunnya lebih dari 100 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia dalam bidang bahasa Arab dan Studi Islam dan bidang lainnya di sejumlah Perguruan Sudan, terutama di Afrika International University, dan universitas lainnya. Siti Nurbaya - Sudan- Selain itu, hubungan lain terjalin dengan adanya kontribusi Indonesia terhadap realisasi perdamaian dan stabilitas di Darfur, diwujudkan dengan kehadiran Angkatan Kepolisian Republik Indonesia di Sudan Barat sejak 2009 di bawah naungan UNAMID. Pihak Kepolisi yang berada disana, disambut hangat oleh penduduk setempat. Sejarahnya, kata Tarig, hubungan antara Sudan dan Indonesia telah berakar. Kembali 100 tahun yang silam, dimana sejak kedatangan Cendikiawan Sudan terkenal ke Indonesia bernama Mohammad Ahmad Surkati, yang memulai kampanye Pendidikan di Arab dan pengetahuan Islam. Dia mendirikan sekolah Al Irsyad yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia. Hubungan resmi antara Sudan dan Indonesia dimulai sebelum kemerdekaan Sudan, ketika Perdana Menteri Mr. Ismail Al Azhari berpartisipasi dalam Konferensi Bandung (KAA) pada tahun 1955, ia dan Presiden Soekarno, mengibarkan bendera Sudan pertama dalam konferensi itu, dan beberapa bulan kemudian, Sudan memperoleh kemerdekaannya. Acara HUT Sudan ini turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, beberapa Duta Besar dari beberapa negara, anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, para jurnalis, serta beberapa organisani yang ada di Jakarta diantaranya Nahdatul Ulama, Muhammaduyah, Al Irsyad Al Islamiyyah. (Popi Rahim)