Banyaknya Jumlah Tentara AS Membuat Irak Curiga

Bagdad - Ketua Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, Hakim az-Zamili, menilai banyaknya jumlah militer Amerika Serikat di Irak, sangat mencurigakan dan mengkhawatirkan. Az-Zamili dalam wawancaranya dengan Kantor Berita IRNA menekankan, “Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir menambah jumlah tentaranya di Irak dan mengklaim langkah tersebut telah dikoordinasikan dengan Baghdad, akan tetapi kehadiran militer AS dalam jumlah besar ini, sangat mencurigakan dan mengkhawatirkan. Az-Zamili menjelaskan, berdasarkan kesepakatan yang ada, tentara Amerika Serikat hanya diijinkan memasuki Irak untuk urusan pelatihan dan konsultasi, sementara banyaknya jumlah mereka mensinyalir bahwa mereka bukan hanya sedang melakukan tugas pelatihan atau konsultasi saja. Ketua Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak lebih lanjut menjelaskan, “Pemerintah Irak mengklaim bahwa pasukan tersebut memasuki Irak dengan sepengetahuan pemerintah, akan tetapi kami mengetahui bahwa sebagian dari pasukan itu memasuki Irak tanpa ijin dari pemerintah Baghdad.” Sejumlah laporan media massa Irak menyebutkan, jumlah personil militer AS di Irak berkisar antara sembilan hingga sebelas ribu orang. Mereka menjalankan misi pelatihan dan konsultasi serta dilibatkan dalam sebagian operasi khusus di dalam Irak. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada 18 Januari 2016, mengerahkan satu brigade khusus berjumlah 1.800 tentara yang dilengkapi dengan berbagai jenis persenjataan, menuju Irak. (irib.ir)





























