Saat yang Lain Memble, Total Malah Untung Besar

Jakarta, Obsessionnews - Di saat harga minyak mentah dunia sedang goyang-goyang, Total, perusahaan asal Perancis malah mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 20 persen selama kurun waktu tahun 2015. Apa jurusnya? Kenaikan laba bersih tersebut, mencapai 5,1 miliar dolar AS atau setara Rp 68,34 triliun dengan kurs nilai tukar rupiah Rp 13.400 per dolar AS. Padahal di tahun 2014, angka laba bersih Total sebesar 4,2 miliar dolar AS. BBC melansir, naiknya laba bersih ditunjang usaha kilang minyak yang mencatat kenaikan sebesar 96 persen menjadi 4,9 miliar dolar AS. Namun sayangnya, keuntungan pada bidang eksplorasi minyak anjlok melebihi 50 persen hingga tercatat 4,8 miliar dolar AS. Sekedar catatan, harga minyak dunia sudah melorot sampai 30 persen di tahun 2015 lalu. Makanya, banyak perusahaan minyak memilih pangkas investasi termasuk di sektor eksplorasi serta ekstaksi minyak. Selain ditunjang usaha kilang minyak, Total juga memastikan sudah membeli minyak milik Iran pasca dicabutnya sangsi ekonomi dari negara-negara barat. Perjanjian pembelian 200 ribu barel perhari juga sudah disepakati pada akhir Januari lalu antara Total dengan negeri para Mullah tersebut. Diperkirakan, harga minyak mentah bakal segera menempati level 45 dolar AS perbarel. Sebab minyak Brent yang sering jadi acuan harga, saat ini diperjual belikan seharga 30 dolar AS perbarel. Memang, Total sudah merencanakan pemotongan belanja modal sebanyak 19 miliar dolar AS di tahun 2016 ini. Bahkan, penjualan aset ditargetkan mencapai 4 miliar dolar. Sedangkan pembayaran dividen secara tahunan sudah dipastikan bakal dilaksanakan dengan angka 2,44 euro persaham. Namun, soal pembagian saham, Total memberi pilihan kepada masing-masing pemegang andil apakah dibayar langsung di kuartal IV sebesar 0,61 euro persaham atau dengan pemberian berupa bonus saham baru. (Mahbub Junaidi)





























