Rektor UHO Tak Mau Bertarung di Pilkada Muna Barat

Rektor UHO Tak Mau Bertarung di Pilkada Muna Barat
Kendari, Obsessionnews - Muna Barat adalah salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) yang akan terlibat dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak lanjutan 2017 nanti. Hingga saat ini, beberapa tokoh Muna Barat disebut-sebut namanya memiliki kapabilitas untuk memimpin Muna Barat. Yakni, Prof Dr Ir Usman Rianse MS (Rektor UHO Kendari), LM Taufan Alam Besi (Ketua Komisi I DPRD Sultra), LM Rajiun (Pj Bupati Muna Barat). Nama lain yang juga disebut-sebut di masyarakat maupun di media sosial adalah La Ode Haimudin (Mantan Wakil Bupati Bualemo, Provinsi Gorontalo), Laode Koso (Ketua DPRD Muna Barat), La Nika (Mantan Anggota DPRD Sulta), Rahmawati Badala (Ketua DPD Tingkat II PAN Muna Barat), serta La Ode Songko Panatagama (Ketua PPP Sultra) yang telah menyatakan diri untuk tampil. Namun, Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Usman Rianse mengaku saat ini, dirinya tidak ada niatan untuk tampil sebagai kandidat di Pilkada Muna Barat 2017 nanti. Menurutnya, bukan ukuran mengabdi untuk daerah harus menjadi pemimpin daerah (Bupati), melainkan siap untuk membangun Muna Barat melalui pendidikan. “Isu itu (calon kandidat) tidak benar, saya pun tidak suka disebut-sebut begitu,” tegas Usman Rianse saat dihubungi Obsessionnews.com lewat selulernya, Jumat (12/2/2016). Sekretaris Jenderal Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia ini juga tidak sepakat dengan isu yang dihembuskan bahwa pemimpin Muna Barat mesti putra daerah. Ia Mengatakan semua memiliki hak demokrasi untuk bertarung sebagai Bupati Muna Barat, sebab katanya semua yang berdomisili di Muna Barat menganggapnya orang muna. “Menurut saya tidak ada itu putra daerah, saya anggap semua orang Muna. Siapa pun mereka yang mau tampil entah asalnya orang Muna, orang Buton, Bugis dan sebagainya yang jelasnya ingin membangun Muna Barat. Kita ini kan masih dalam ruang lingkup NKRI,” tuturnya. Mantan ketua Forum Rektor Indonesia ini juga mengatakan, siapa pun yang memimpin asalkan memiliki niatan yang bagus untuk Muna Barat kedepan. “Silahkan menilai siapa figur yang layak, baik mereka melihat dari kategori saat jadi pejabat, saat ber-LSM, atau saat jadi masyarakat, atau juga melalui pendekan humanisnya. Yang jelasnya mau kerja sama,” harapnya. (Asma)