Pembangunan Angkutan Massal Itu Proyek Rugi

Jakarta, Obsessionnews - "Di mana-mana pembangunan angkutan massal itu proyek rugi dan menjadi tanggung jawab Pemerintah. Jadi kita tidak bicara proyek untung, proyek MRT nanti juga awalnya rugi dulu, yang harus dilihat key driver sebagai pengembangan suatu wilayah," begitu kata Direktur Transportasi Bappenas, Bambang Prihartono, di Jakarta, Jumat (12/2). Memang, selama ini pembangunan kereta api cepat rute Jakarta-Bandung masih terus menuai pro-kontra. Bahkan, soal keuntungan yang didapat, banyak juga yang meragukannya. Dalam pembangunan angkutan massal, Bambang bilang tak bisa cuma berfokus pada untung dan rugi. Namun, pengembangan wilayah juga perlu diperhatikan. Dia mencontohkan, di Cina, kota yang disinggahi kereta cepat tumbuh 0,6 sampai 1 persen dari PDB. Makanya, perlu peran pemerintah dalam hal percepat perizinan. "Pembangunan ini sebagai key driver untuk pengembangan wilayah, proyek ini memang rugi, maka di situ perlu peran pemerintah dalam hal ini mempercepat perizinan, dulu 100 hari sekarang 1 hari," kata Bambang. Soal biaya logistik yang saat ini sebesar 26 persen dari GDP, dengan kereta cepat diharapkan turun menjadi 19,2 persen di tahun 2019 seperti tertuang dalam RPJMN.(Mahbub Junaidi)





























