Kereta Cepat Jangan Sampai Keganjal Pemilu

Jakarta, Obsessionnews - Pemerintah sudah menegaskan kalau tak ada jaminan sama sekali dalam proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung. Direktur Transportasi Bappenas, Bambang Prihartono mengatakan, untuk mengetahui tidak adanya jaminan dari pemerintah dalam proyek tersebut, masyarakat bisa melihatnya dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Di Jakarta, Jumat (12/2), Bambang menjelaskan, kalau memang ada jaminan dari pemerintah berupa pendanaan, pasti tertuang dalam RKP. Kalau tidak ada, karena memang tidak disediakan. "Gampangnya itu aja, bisa dilihat nanti di RKP sekarang, RKP 2016 coba cek ada nggak, kalau nggak ada ya udah, nggak bisa itu tiba-tiba duit keluar tapi nggak tertuang di RKP," jelas Bambang. Bambang bilang, jaminan yang diminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai pengembang, merupakan jaminan politik atau kepastian bahwa proyek ini bakal berjalan. Jadi wajar yang diminta bahwa proyek ini bisa berjalan. "Ini kan proyeknya jangka panjang. Intinya itu yang diminta KCIC jadi bukan apa-apa, jadi yakinkan pihak swasta itu bahwa proyek ini bisa berjalan," kata dia. Proyek ini pun diharapkan kelar pada periode pemerintahan 2015-2019 agar tak ada kekhawatiran ketundanya kereta cepat ini. Makanya Bambang bilang haru cepat bekerja mulai sekarang. Sebab pada 2018 nanti, semua sudah sibuk melakukan dukung-mendukung menjelang pemilu. " Nanti, kalau pergantian politik berikutnya kan bisa-bisa dikhawatirkan, walaupun tidak masalah sebenarnya," ujar dia.(Mahbub Junaidi)





























