Mendagri: Itu Urusan Jateng, Bukan Urusan Saya

Mendagri: Itu Urusan Jateng, Bukan Urusan Saya
Semarang, Obsessionnews – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menanggapi dingin reaksi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo atas pemberlakuan seragam hitam putih bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku mulai minggu ini. Dalam acara Seminar Nasional Parlemen Modern yang digelar di gedung Gradhika, Tjahjo Kumolo menyerahkan urusan tersebut kepada pihak yang bersangkutan. “Ya terserah gitu aja. Itu urusan Jawa Tengah, bukan urusan saya. Tanya aja ke Jawa Tengah, jangan tanya saya,” jelasnya didampingi Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Kamis (11/2/2016). Sebelumnya, Ganjar Pranowo menyatakan akan tetap ‘ngotot’ menggunakan batik setiap hari Rabu. Hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Mendagri No 6 tahun 2016 yang menyatakan, setiap PNS diwajibkan menggunakan seragam hitam-putih per hari Rabu dan berlaku efektif mulai Senin (8/2/2016) kemarin. Di sisi lain, Kepala Biro Hukum Mendagri Widodo Sigit menyatakan akan menyekolahkan kepala daerah yang tidak mau menerapkan aturan tersebut. Saat ditanya perihal sanksi ‘sekolah’, Tjahjo sebagai pucuk pimpinan Kementerian Dalam Negeri memasrahkan persoalan itu ke Biro Hukum Mendagri. “Tanya kepada Biro Hukum. Saya gak mau berpolemik. Cukup kelasnya biro hukum,” kilah Mendagri. Menurut mantan Sekjen PDI-P ini, sebagai organisasi, pemerintah memiliki aturan yang harus ditaati dan dijalankan. Sehingga, seharusnya Pemerintah Jateng juga harus mentaati peraturan yang telah dibuat. Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan seragam nasional hitam-putih berlaku di seluruh daerah. Penggunaan PDL hijau kini hanya dipakai oleh Satuan Polisi Pamong Praja. “Yang penting Kamis Jumat Sabtu itu pakaian daerah. Rabut itu putih, Senin Selasa itu baju coklat karena kalau hijau itu kaya militer,” tandasnya. (Yusuf IH)