AITIS Jajaki Kerjasama Dengan Pemerintah Dalam Investasi

Jakarta, Obsessionnews - Dalam rangka mengembangkan bisnis investasi dan dan pengelolaan sumber daya alam, AITIS menyelenggarakan kegiatan promosi kepada pemerintah melalui 12th Apkasi International Trade and Invesment Summit: Indonesia Investment Week 2016, pada tangal 5-7 Mei 2016 di Jakarta Internasional Expo-Kemayoran, Jakarta. AITIS memfasilitasi kebutuhan kerjasama strategis pemerintah daerah dengan pelaku usaha di bidang pertanian, dan perkebunan, kelautan dan perikanan, energi terbarukan dan pertambangan, pariwisata, interkonektivitas dan infrastruktur, sesuai kebutuhan pemerintah Indonesia. "Dalam merealisasikan program rencana pembangunan jangka menengah nasional 2015-2019," kata Staf Bidang Pengembangan Kerjasama dan Promosi Potensi Daerah, Zaidin A Zaiti, di Sekretariat APKASI , Gedung Sahid Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (11/2/2016). Acara Indonesia internasional investment partnership forum and exhibition ini, rencananya juga akan diikuti pemerintah kabupaten, kota dan provinsi, serta institusi kementerian, pelaku usaha nasional dan mitra usaha negara-negara sahabat Asia, Asean, Eropa, Amerika dan Timur Tengah organisasi terkait kegiatan pengembangan bisnis dan investasi sektoral. Menurut Zaidin, omentum ini bisa dijadikan wadah yang strategis dalam menjaring kemitraan ekonomi pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan investasi pembangunan pemerintah. "Peserta adalah utusan para exhibitors atau umum yang telah melakukan registrasi kepesertaan kepada panitia," ujarnya. Oleh karena itu, tidak dikenakan biaya. Khususnya untuk para peserta exhibitors atau pameran dapat mengirimkan utusan keseluruh ruang diskusi secara parallel (Papua Room, Sulawesi Room, Kalimantan Room dan Sumatra Room), dengan jumlah utusan setiap room, dibatasi maksimal dia personal. Demikian juga semua fasilitas pada saat kegiatan diberikan secara geratis. "Namun, bagi peserta umum atau yang bukan utusan peserta exhibition atau pameran, dikenakan biaya kepesertaan sebesar Rp.5.00 juta untuk dua orang peserta," ungkap Zaidin. Sementara itu, bagi peserta umum non-exhibitor yang ingin melakukan prestansi potensi bisnis serta penggunaan fasilitas dealing room maksimal waktu satu jam, untuk diskusi intensif kepada para calon mitra kerjasama dikenakan biaya kepesertaan sebesar Rp.30 juta. (Albar)





























