Pospera Sultra Siap Kawal Pilkada Serentak 2017

Kendari, Obsessionnews - Pengukuhan pengurus Posko Perjuang Rakyat (Pospera) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (8/2/2016), dijadikan ajang konsolidasi kepengurusan provinsi sampai ke ranting, kabupaten, kecamatan dan kelurahan. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pospera Sultra, Wahidin Kusuma Putra, pengukuhan penting dilakukan dalam meneruskan misi Pospera sebagai mata, hati dan telinga Jokowi dalam menjalankan Nawacita. Selain itu, Pospera juga berkewajiban mengawal dan mengontrol kebijakan-kebijakan pemerintah daerah. “Langkah yang dilakukan merapikan struktur Pospera di mana saat ini kepengurusan provinsi, dan 17 pimpinan kabupaten kota yakni Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sudah ada. Sekarang ini kami tekankan bagaimana pengurus masing-masing kabupaten untuk mempercepat langkah membentuk struktur ranting baik kecamatan, kelurahan dan desa. Sebab itu merupakan basis utama kekuatan dasar Pospera,” paparnya kepada Obsessionnews.com, Rabu (10/2). [caption id="attachment_97060" align="aligncenter" width="640"]
Inilah anak-anak muda dinamis yang menjadi pengurus Pospera Sultra.[/caption] Seraya mensinergiskan kepengurusan internal, Pospera juga terus berupaya menjalankan program-program advokasi masyarakat yang termarjinalkan. “Kami menginginkan hadirnya Pospera bisa menjadi garda terdepan dalam mebela hak-hak masyarakat. Saya pikir ini sesuai misi Pospera sebagai mata, hati dan telinga bagi Jokowi dihadapan masyarakat,” harapnya. Wahidin menambahkan, Pospera juga akan berperan menentukan pemimpin-pemipin daerah termasuk dalam pilkada lanjutan serentak 2017 nanti serta pemilihan Gubernur Sultra 2018 nanti. Untuk melakukan komunikasi dengan vigur-vigur yang bertarung nanti , Pospera akan meramu tim sendiri ditiap kabupaten. “Tentunya komunikasi yang kami bangun menyatukan ide yang tidak terlepas nilai-nilai perjuangan Pospera. Kami lebih pada penguatan ideologi sedangkan konsep yang kami tawarkan nawacita,” tandasnya.
Ia pun menekankan, Pospera dalam menentukan dukungan salah satu figur tidak berdasarkan partai namun lebih pada figur. Meski Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pelindung Pospera dan berasal dari Partai PDI-P, namun bukan ukuran dalam mengawal kebijakan tingkat kabupaten dan provinsi. Sebab kata Wahidin, Pospera berdiri sendiri tanpa sokongan dari partai mana pun. “Kami tidak melihat figur dari sisi partainya, sebab kami melakukan pendekatan ideologi ketimbang partainya,” tegasnya. Acara pengukuhan Pospera juga dihadiri salah satu bakal calon Gubernur Sultra Safei Kahar. Sedangkan kandidat lain yang digadang-gadangkan saat ini seperti Hugua, Asrun, Imran dan Rusda tidak sempat hadir kerena alasan lain. “Semua kita undang, sebab kita tidak mau Pospera tertutup satu bakal calon, kita harus membuka ruang selebar-lebarnya agar kami objektif melihat, sehingga lebih optimis menentukan pilihan,” ungkapnya. (Asma)
Inilah anak-anak muda dinamis yang menjadi pengurus Pospera Sultra.[/caption] Seraya mensinergiskan kepengurusan internal, Pospera juga terus berupaya menjalankan program-program advokasi masyarakat yang termarjinalkan. “Kami menginginkan hadirnya Pospera bisa menjadi garda terdepan dalam mebela hak-hak masyarakat. Saya pikir ini sesuai misi Pospera sebagai mata, hati dan telinga bagi Jokowi dihadapan masyarakat,” harapnya. Wahidin menambahkan, Pospera juga akan berperan menentukan pemimpin-pemipin daerah termasuk dalam pilkada lanjutan serentak 2017 nanti serta pemilihan Gubernur Sultra 2018 nanti. Untuk melakukan komunikasi dengan vigur-vigur yang bertarung nanti , Pospera akan meramu tim sendiri ditiap kabupaten. “Tentunya komunikasi yang kami bangun menyatukan ide yang tidak terlepas nilai-nilai perjuangan Pospera. Kami lebih pada penguatan ideologi sedangkan konsep yang kami tawarkan nawacita,” tandasnya.
Ia pun menekankan, Pospera dalam menentukan dukungan salah satu figur tidak berdasarkan partai namun lebih pada figur. Meski Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pelindung Pospera dan berasal dari Partai PDI-P, namun bukan ukuran dalam mengawal kebijakan tingkat kabupaten dan provinsi. Sebab kata Wahidin, Pospera berdiri sendiri tanpa sokongan dari partai mana pun. “Kami tidak melihat figur dari sisi partainya, sebab kami melakukan pendekatan ideologi ketimbang partainya,” tegasnya. Acara pengukuhan Pospera juga dihadiri salah satu bakal calon Gubernur Sultra Safei Kahar. Sedangkan kandidat lain yang digadang-gadangkan saat ini seperti Hugua, Asrun, Imran dan Rusda tidak sempat hadir kerena alasan lain. “Semua kita undang, sebab kita tidak mau Pospera tertutup satu bakal calon, kita harus membuka ruang selebar-lebarnya agar kami objektif melihat, sehingga lebih optimis menentukan pilihan,” ungkapnya. (Asma)




























