Munas Golkar, Ketua MKGR Minta Dua Putaran

Jakarta, Obsessionnews - Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Roem Kono, menegaskan AD/ART yang mengatur tentang pencalonan ketua umum dalam musyawarah nasional Partai Golkar bisa saja diubah. Salah satu syarat yang sudah ditentukan dalam AD/ART adalah, calon ketua umum, minimal harus mendapat dukungan 30 persen dari total suara di pengurus DPD tingkat I dan II. "Menurut saya, biarkan 30 persen atau tidak, itu (syarat dukungan) ditentukan pada munas itu sendiri," kata Roem di Kompleks Parlemen, Rabu (10/2/2016). Dengan begitu, Roem menyatakan bisa saja dalam Munas nanti dilakukan dua putaran. Putaran pertama diawali dengan menyeleksi bakal calon ketua umum. Setelah itu baru dilanjutkan dengan seleksi calon ketua umum. "Itu baru namanya demokrasi yang baik. Sama saja dengan konvensi di Amerika, kalau tinggal dua orang, baru ini bertanding," ujarnya. Ia berharap, Munas kali ini bisa menghasilkan pemimpin Golkar yang lahir dari proses yang demokratis, bukan atas kecurangan. Sebab, sudah saatnya Golkar bangkit, untuk menghadapi Pemilu 2019 mendatang. Sebelumnya, Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono sudah menerima tentang Munas bersama sebagai bentuk rekonsiliasi atas konflik Golkar dengan kubu Aburizal Bakrie. Namun, ia mengajukan beberapa syarat. Agung meminta, tidak ada pembahasan AD/ART dalam Munas tersebut. Munas cukup diadakan satu hari dengan agenda pemilihan ketua umum. Tidak hanya itu, Agung juga meminta KPK dilibatkan, untuk menghindari adanya politik transaksional. (Albar)





























