Gagal Panen, Kerugian Petani Capai Miliaran

Padang, Obsessionnews - Kerugian sementara di sektor pertanian akibat banjir dan longsor yang melanda 10 kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai Rp20 miliar lebih. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, Besli mengatakan, pasca banjir terjadi, pihaknya baru mendata dua kabupaten yaitu Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Limapuluh Kota. Sementara delapan kabupaten kota lain yang juga terdampak bencana banjir dan longsor, baru Kamis (11/2) besok datanya diterima. "Data yang masuk kerugiannya mencapai Rp20 miliar berada di Kabupaten Solok Selatan. Padi yang puso di daerah itu mencapai 600 haktare yang tersebar di 5 kecamatan," kata Basli, Rabu (10/2). Padi masyarakat yang mengalami puso di Solsel akibat banjir, juga terdapat di Kabupaten Limapuluh Kota. Dari 1.500 haktare lahan pertanian di daerah itu, seluas 60 haktarenya dinyatakan puso. Padi di dua daerah itu puso karena tergenang air akibat banjir, dan hancur yang disebabkan oleh longsor, sehingga terjadi gagal penen. "Pemerintah Provinsi Sumbar tengah mengupoayakan ganti rugi bagi masyarakat yang mengalami gagal panen akibat banjir dan longsor," ujar Basli. Khusus di Kabupaten Limapuluh Kota, kata Basli, dari 60 hakter lahan yang mengalami gagal panen, diantaranya 30 haktare sudah memiliki ansuransi. (Musthafa Ritonga)





























