PP 78 Pemicu Upah Murah

Surabaya, Obsessionnews - Hengkangnya Panasonic dan Toshiba dari Indonesia disinyalir karena menurunnya daya beli masyarakat. PP 78 tahun 2015 dari data Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) merupakan pemicu situasi tersebut. Dikarenakan, konsumen dari perusahaan yang ada merupakan kalangan buruh. Presiden FSPMI, Said Iqbal, mengatakansudah sangat tepat jika PP tersebut dicabut, atau direvisi. Aturan pengupahan didalamnya merugikan kepentingan buruh. Sehingga, banyak sekali perusahaan yang akan menggaji dengan upah murah. "PP ini pemicu (upah rendah) kita lebih rendah dengan Vietnam yang mencapai 187 Dolar AS, 390 Dolar AS untuk Malasyia, Thailand dan 395 Dolar AS untuk Singapura," terangnya, Selasa (9/2/2016). Kata Said, pemerintah seharusnya melakukan gerak cepat dalam menjawab iklim investasi yang mulai merosot. Diperparah, dengan banyaknya perusahaan asing dan domestik lebih memilih tutup. "Presiden Jokowi telah gagal melaksanakan kebijakan ekonomi jilid 1 sampai 9 sehingga banyak buruh yang ter-PHK," kritiknya. Sementara, FSPMI saat ini melakukan Kongres ke 5 digelar di Empire Palace Surabaya mulai tanggal 8 hingga 10 Februari mendatang. Selain agenda pemilihan Presiden FSPMI baru, organisasi buruh ini juga akan merekomendasikan sikap buruh terhadap pemerintah. Selain itu, juga menyusun program - program kesejahteraan buruh. (Rudianto)





























