Prof Budiyatna: Golkar Harus Dipimpin Anak Muda

Jakarta, Obsessionnews - Setelah lepas dari konflik internal, Partai Golkar kini tengah membangun konsolidasi dengan akan memilih Ketua Umum baru, menggantikan Agung Laksono dan Aburizal Bakrie alias Ical yang sudah melepaskan masa jabatannya. Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Budiyatna, sebaiknya Partai Golkar dipimpin oleh kader muda yang usianya masih 40-an tahun. Selain supaya proses kaderisasi kepemimpinan berjalan, tujuan terpenting yaitu menciptakan Golkar baru. Meski begitu, kata dia tidak sembarang anak muda memimpin partai yang berlambang pohon beringin yang dinaungi banyak tokoh penting itu. Ada beberapa persyaratan seorang kader muda untuk memegang kemudi partai ini. “Golkar ini kan sangat dinamis. Anak muda yang memimpinnya harus yang cerdas, memiliki intelektual, berpengalaman, dan tidak bermasalah. Nggak bisa asal-asalan,” kata Budiyatna kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/2/2016). Yang lebih terpenting lagi, lanjutnya, anak-anak muda Golkar itu harus memiliki loyalitas terhadap partai. Dari sekian banyak tokoh yang mengajukan diri untuk mencalonkan diri, ia hanya menaruh harapan kepada sosok Aziz Syamsuddin. Sebagai kadar muda yang sudah teruji, Aziz dianggap pas untuk memimpin Golkar. Ia menyarankan supaya Golkar berani meninggalkan paradigma lama, dan memberikan kesempatan kepada kader mudanya untuk memimpin. "Dia masih muda, masih 40 tahunan dan cukup matang mengelola organisasi politik. Selain dia, ada beberapa kader muda lagi. Tapi usianya sudah 50an," pungkas dia. Budiyatna menilai, kelebihan sekaligus modal utama Aziz Syamsuddin jika maju sebagai calon Ketua Umum Golkar, dia tidak memiliki sekat dengan senior-junior. Hal ini sebagai jawaban dari persoalan yang dialami Golkar belakangan ini. "Dia juga memiliki relasi yang kuat di luar partai, seperti dengan pemerintah. Ini yang jadi modal utamanya jika memimpin Golkar," imbuhnya. (Has)





























