KMP Bubar, Pemerintahan Jokowi Semakin Kuat

KMP Bubar, Pemerintahan Jokowi Semakin Kuat
Jakarta, Obsessionnews – Koalisi Merah Putih (KMP) ibarat pohon yang daunnya berguguran. Layu. Satu-persatu partai politik (parpol) meninggalkan KMP. Boleh dikata, meminjam istilah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani, KMP telah bubar. Kini tinggal Gerindra sendirian yang tetap konsisten menjadi partai oposisi. KMP yang berisikan Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan Golkar mengusung Prabowo Subianto dan Hatta pada Pilpres 2014 lalu. Saat itu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berhadapan dengan duet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang didukung PDI-P, Nasdem, PKB, dan Hanura yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Dalam pesta demokrasi lima tahun sekali tersebut Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bertekuk lutut melawan Jokowi-JK. Karena jagoannya kalah, KMP menyatakan beroposisi terhadap pemerintahan Jokowi. KMP menguasai sebagian besar kursi DPR, dan menempatkan kader-kadernya di berbagai posisi strategis di lembaga legislatif. Banyak pihak khawatir kekuatan KMP di parlemen dapat mengganggu pemerintahan Jokowi. Pasalnya, DPR memiliki wewenang menyetujui atau tidak menyetujui program-program dan anggaran yang diusulkan oleh pemerintah. Bahkan tidak sedikit pihak yang memprediksi manuver KMP dapat melengserkan Jokowi di tengah jalan. Namun, apa yang dikhawatirkan oleh sejumlah pihak itu tidak terwujud. KMP mulai rontok pada 2015. PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan secara resmi mendukung pemerintah. Selanjutnya PKS juga merapat ke pemerintah. Kemudian pada Januari 2016 Golkar kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie juga mendukung pemerintah,mengikuti jejak Golkar kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono. Demikian pula PPP kubu Djan Faridz akhirnya ikut mendukung Jokowi, mengikuti langkah PPP kubu Romi. Kondisi ini membuat Sekjen Gerindra Ahmad Muzani galau. “Secara de facto KMP sudah bubar," cetusnya di Gedung DPR, Kamis (4/2/2016). Sementara itu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menghargai parpol-parpol pindah ‘perahu’ tersebut. “Gerindra selalu menghormati semua pihak. Artinya kita hormati pilihan politik kawan-kawan kita. Saya yakin semua kawan-kawan dalam hatinya adalah tetap Merah Putih,” kata Prabowo kepada wartawan usai memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-8 Gerindra di kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2/2016). Bubarnya KMP tentu akan membuat pemerintahan Jokowi semakin kuat. Tetapi persoalan yang yang harus dipikirkan oleh Jokowi adalah apa kompensasi yang akan diberikan kepada parpol eks pendukung KMP. PAN, PKS, Golkar, dan PPP tentu ada maunya mendukung Jokowi. Karena di dalam politik itu tidak ada teman yang abadi, tidak ada lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan. Dukungan PAN, PKS, Golkar, dan PPP kepada pemerintah itu membuat isu reshuffle kabinet semakin santer terdengar. Apakah Jokowi akan memberi jatah kursi menteri ke PAN, PKS, Golkar, dan PPP? Kita lihat saja. (arh)