Tragis, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tamat

Jakarta - Koordinator Infrastructural Watch Indonesia, Dr Pandji R Hadinoto mengamati, tayangan iNews hari Kamis 4 Pebruari 2016 atas lokasi Ground Breaking Kereta Cepat Jakarta - Bandung 21 Januari 2016 di Walini yang daerah resapan air Waduk Jatiluhur pemasok air baku Jakarta, menunjukkan telah dikosongkan dari kegiatan proyek termasuk tidak tampak monumen pembangunan yang telah ditandatangani oleh Presiden JokoWi. Bila fakta ini bermakna Proyek berhenti atau dihentikan, menurut Pandji, maka bijaklah keputusan itu daripada menuai badai lebih jauh yang bisa potensial mengundang kontraksi politik, ekonomi dan sosial budaya yang membesar dan tidak terkendali, memperhatikan : 1) tayangan Patgulipat Kereta Cepat iNews itu diperoleh pendapat ahli yaitu bahwa rancangan koridor 40 km sepanjang jalur Kereta Cepat adalah berperuntukan kawasan bagi kelompok berpenghasilan besar membuktikan ketidakberpihakan kepada kepentingan rakyat banyak, sebagaimana juga karcis bertarif Rp 200 ribu itu. 2) bahwa Studi AMDAL diangggap kurang memadai dilakukan dalam rentang waktu yang dianggap terlalu singkat, belum cakupi studi lintas RUTR antar Kabupaten terkait dan kajian wilayah terdampak pekerjaan konstruksi proyek. "Diharapkan setamat episode proyek Kereta Cepat ini, tamat pulalah kegaduhan publik tentang mimpi Kereta Cepat 250 km/jam ditengah keresahan ekonomi industrial yang terjadi bersamaan dengan pemberlakuan rezim MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)," tandas Mantan Aktivis ITB Bandung ini. (Red)





























