Dua Pejabat Pemkot Bandung Dipecat, Tiga Dilantik

Bandung, Obsessionnews - Setelah memecat dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, terkait ketidakmampuannya memajukan institusinya, hari ini Jumat (5/2/2016), Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melantik 3 pejabat eselon II di lingkungan pemerintahan Kota Bandung. Didi Ruswandi yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dimas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) dipercaya menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Muhamad Salman Fauzi sebagai Kepala BKBPM Kota Bandung dan Tono Rusdiantono Hendroyono sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung. Pelantikan dilaksanakan di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung. Acara pelantikan dihadiri Wakil Walikota Bandung Oded M Danial, sekretaris daerah Kota Bandung, Yossi Irianto dan para pejabat di lingkungan Kota Bandung. Wali Kota Bandung berpesan agar para pejabat tersebut senantiasa mampu menjaga nilai nilai pejabat. "Saya titip perkuat nilai-nilai pejabat yaitu berintegritas jangan tergoda KKN," ujarnya.
Ridwan menambahkan agar para pejabat fokus pada pelayanan yang sepenuh hati, tidak setengah setengah dan proaktif pada penyelesaian masalah. Ia mengingatkan pejabat tersebut harus meningkatkan profesionalitas. "Tingkatkan lagi profesionalitas, jadikan Bandung juara karena kita selalu berkembang dengan ilmu-ilmu dan cara-cara baru," ucapnya. Ridwan menambahkan, secara khusus kepada Kepala Dinas Perhubungan yang baru banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara cepat. "Khusus kepala Dinas Perhubungan, PR kita sangat banyak, kita harus memastikan tidak ada jalan yang tidak ada marka, sampai persiapan lelang untuk cable car dan hadirnyaLRT yang kita tunggu-tunggu, permasalahan kedisiplinan awak angkot, taksi-taksi yang masih belum mengikuti aturan," jelasnya. Sementara itu, untuk Kadisnaker yang baru, Ridwan berpesan meskipun pengangguran terbuka di kota Bandung menurun pada 2013 dari 10,98 persen menjadi 8,05 persen di tahun 2016 namun harus terus menurunkan tingkat pengangguran. Hal lain menurut Ridwan, peningkatan persiapan tenaga kerja Bandung agar diharapkan siap dalam menghadapi kondisi Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) hari ini. "Kita harus tingkatkan persiapan tenaga kerja Bandung agar siap kondisi MEA hari, pastikan ekonomi kreatif, ekonomi pariwisata bisa menyerap tenaga kerja setinggi tingginya," kata Ridwan.
Semantara itu, untuk kepala BKBPM mentitipkan agar mampu menjaga kondusifitas Kota Bandung. Untuk kepala BKBPM saya titipkan kondusifitas kota bandung sebagai prasyarat nomor satu untuk pembangunan. Dua target utama yang ditugaskan adalah terkait dengan program baru PIPPK dan Indeks Kemasyarakatan. "Segera untuk Kepala BKPPM agar merumuskan indeks kemasyarakatan sebagai inovasi baru dari Pemkot Bandung yang akan memberikan rapot kemasyarkatan ke warga bandung dengan cara-cara yang baik. Saya titip juga untuk PIPPK 2016 harus sukses," tegasnya. Ditegaskan Ridwan, proses seleksi tersebut dilakukan secara profesional dan transparan. Tiga pejabat baru tersebut merupakan hasil seleksi dari 38 orang pendaftar. (Dudy Supriyadi)
Ridwan menambahkan agar para pejabat fokus pada pelayanan yang sepenuh hati, tidak setengah setengah dan proaktif pada penyelesaian masalah. Ia mengingatkan pejabat tersebut harus meningkatkan profesionalitas. "Tingkatkan lagi profesionalitas, jadikan Bandung juara karena kita selalu berkembang dengan ilmu-ilmu dan cara-cara baru," ucapnya. Ridwan menambahkan, secara khusus kepada Kepala Dinas Perhubungan yang baru banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara cepat. "Khusus kepala Dinas Perhubungan, PR kita sangat banyak, kita harus memastikan tidak ada jalan yang tidak ada marka, sampai persiapan lelang untuk cable car dan hadirnyaLRT yang kita tunggu-tunggu, permasalahan kedisiplinan awak angkot, taksi-taksi yang masih belum mengikuti aturan," jelasnya. Sementara itu, untuk Kadisnaker yang baru, Ridwan berpesan meskipun pengangguran terbuka di kota Bandung menurun pada 2013 dari 10,98 persen menjadi 8,05 persen di tahun 2016 namun harus terus menurunkan tingkat pengangguran. Hal lain menurut Ridwan, peningkatan persiapan tenaga kerja Bandung agar diharapkan siap dalam menghadapi kondisi Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) hari ini. "Kita harus tingkatkan persiapan tenaga kerja Bandung agar siap kondisi MEA hari, pastikan ekonomi kreatif, ekonomi pariwisata bisa menyerap tenaga kerja setinggi tingginya," kata Ridwan.
Semantara itu, untuk kepala BKBPM mentitipkan agar mampu menjaga kondusifitas Kota Bandung. Untuk kepala BKBPM saya titipkan kondusifitas kota bandung sebagai prasyarat nomor satu untuk pembangunan. Dua target utama yang ditugaskan adalah terkait dengan program baru PIPPK dan Indeks Kemasyarakatan. "Segera untuk Kepala BKPPM agar merumuskan indeks kemasyarakatan sebagai inovasi baru dari Pemkot Bandung yang akan memberikan rapot kemasyarkatan ke warga bandung dengan cara-cara yang baik. Saya titip juga untuk PIPPK 2016 harus sukses," tegasnya. Ditegaskan Ridwan, proses seleksi tersebut dilakukan secara profesional dan transparan. Tiga pejabat baru tersebut merupakan hasil seleksi dari 38 orang pendaftar. (Dudy Supriyadi)




























