KEIN Dukung Parmusi dan BRI Syariah Berdayakan Potensi Ekonomi Umat

Jakarta, Obsessionnews– Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Aries Muftie mengapresiasi Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) dan PT Bank BRI Syariah yang menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (3/2/2016). Menurutnya, hal ini merupakan langkah maju bagi Parmusi dan BRI Syariah dalam peran serta memberdayakan potensi ekonomi umat. Pada ceramah ekonomi syariah yang disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman oleh Ketua Umum PP Parmusi Drs H Usamah Hisyam dan Direktur Bisnis UMKM dan Komersial PT Bank BRI Syariah Indra Praseno itu, Aries mengemukakan sebuah prediksi yang dibacanya dari sejumlah literatur, bahwa pada tahun 2020 China akan menjadi negara adidaya karena pesatnya perekonomian Negeri Tirai Bambu itu. Saat ini saja berdasarkan financial report, China berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat. Menurutnya, “connecting moslem” untuk kebaikan yang digagas Parmusi ini penting untuk diwujudkan. Utamanya untuk mencegah ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat yang umumnya disebabkan kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Dan kemiskinan jelas-jelas menggiring umat ke dalam kekufuran. Sehingga jika seseorang sudah terjerumus ke jurang kemiskinan dia akan menjual segalanya, termasuk harga dirinya. “Mengapa ekonomi China begitu kuat? Jawabannya adalah karena ukhuwah Chinawiyah mereka yang solid. Seharusnya ini menjadi inspirasi bagi Parmusi yang telah memiliki tagline ‘connecting moslem’, dimana hubungan sesama muslim dibangun untuk kebaikan,” kata Aries yang juga merupakan Anggota Majelis Pakar PP Parmusi. Hadirnya ekonomi syariah, imbuh Aries, antara lain agar harta tidak hanya berputar di kalangan konglomerat, melainkan juga menyasar rakyat bawah. “Inilah pentingnya kerjasama Parmusi dan BRI Syariah hari ini, agar harta tidak berputar di kalangan tertentu saja,” ujarnya. Lebih lanjut Aries mengatakan, segala persoalan umat harus diselesaikan berdasarkan rujukan Al-Quran dan hadits. Tentu saja dengan bercermin pula pada apa yang telah dilakukan Nabi Muhammad Saw. “Strategi beliau adalah membangun peradaban. Dan ini sesuai dengan strategi Parmusi yang akan membangun BMT di setiap desa dan mendorong anggotanya untuk memiliki produk unggulan. Saya kira ini strategi yang sangat bagus,” ujar Aries. Strategi ini pula, imbuh Aries, yang saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah pusat. Bahkan, jika dibandingkan negara lain, Indonesia sangat concern terhadap pengembangan ekonomi syariah karena Presiden Joko Widodo langsung memimpin pembentukan Komite Pengembangan Ekonomi Syariah. “Jadi ini bukan main-main, karena presiden bertanggungjawab mensyariatkan ekonomi di Indonesia,” tegasnya. (Fath)





























