53 Persen Investor Habiskan 70 Persen Penghasilannya Tiap Bulan

53 Persen Investor Habiskan 70 Persen Penghasilannya Tiap Bulan
Jakarta, Obsessionnews - Apa saja kesalahan masyarakat Indonesia dalam mengendalikan pengeluaran serta mengatur keuangan yang terjadi berulang-ulang ? Rupanya, sebanyak 53 persen investor menghabiskan 70 persen penghasilannya setiap bulan. Bahkan, dengan jumlah yang sama, pemilik modal tak punya target berapa besar dana simpanan, dan satu dari empat investor menyesal menyimpan dana tunai di tabungan atau deposito. Tapi sayangnya, hal tersebut masih saja dianggap sebagai investasi utama mereka. Dan perilaku ini, menunjukkan ketidaksiapan dalam pengelolaan keuangan saat pasar berfluktuasi. Belum lagi, 1 dari 10 investor menghabiskan lebih dari 90 persen penghasilan bulanannya. Selain itu, 1 dari 4 investor akan meminjam uang dalam kurun waktu 3 bulan jika mereka kehilangan sumber penghasilan utamanya. Fakta tersebut terungkap dari survei Manulife Investor Sentiment Index yang menunjukkan kalau investor cuma fokus pada perencanaan keuangan jangka pendek bahkan tak punya jurus tepat untuk tempo panjang. Survei dilakukan dengan 500 wawancara online di Hong Kong, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Filipina, serta wawancara tatap muka di Indonesia, dengan responden investor berusia 25 tahun ke atas. Mereka, para investor di negara-negara tadi sangat mengandalkan penghasilan bulanannya dan hanya memiliki sedikit simpanan. Terlebih lagi, 40 persen investor tidak memantau pengeluaran. Kondisi ini, semakin memperparah pengelolaan arus kas bulanan rumah tangga. Meski cuma satu dari lima investor yang punya utang, dengan pengelolaan keuangan yang buruk tentu dapat memicu tren perilaku berutang di masa depan. Apalagi, sebagian investor dalam survei tersebut mengaku kalau biaya kebutuhan sehari-hari termasuk ongkos gaya hidup menjadi penyumbang besar terjadinya utang. Rusli Chan, Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mengatakan, beberapa pola pengeluaran sangat memprihatinkan. Bayangkan, kalau pengeluaran masih terus lebih besar ketimbang pemasukan, maka lilitan utang jangka panjang, bakal memicu dampak finansial yang cukup serius. "Para investor sebaiknya segera berkonsultasi dengan penasihat keuangan agar mereka dapat mengelola pengeluaran hariannya dengan lebih baik dan menyiapkan rencana keuangan jangka panjang," kata Rusli di Jakarta, Kamis (4/2). (Mahbub Junaidi)