25% Investor Menyesali Simpan Dana Tunai di Tabungan/Deposito

25% Investor Menyesali Simpan Dana Tunai di Tabungan/Deposito
Jakarta, Obsessionnews - Hasil survei Manulife Investor Sentiment Index menyebutkan, meski kurang disiplin dalam hal pengelolaan keuangan, sebagian investor menyadari hal tersebut. Dari 500 wawancara online yang dilakukan di Hong Kong, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Filipina, serta interview tatap muka di Indonesia dengan responden berusia 25 tahun ke atas yang menjadi pengambil keputusan utama, 59 persen di antaranya berharap punya perencanaan investasi lebih baik. Spesifiknya, 25 persen investor menyesali keputusannya menyimpan dana tunai di tabungan atau deposito, sementara 28 persen lainnya menyesal tidak berinvestasi pada waktu tepat. Rusli Chan, Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, di Jakarta, Kamis (4/2) mengatakan, meski ada niat baik terkait perencanaan keuangan, namun kesalahan sama terus diulang. Buktinya, meski menyesal menyimpan dana tunai dalam bentuk tabungan atau deposito, simpanan terus ditingkatkan. Angkanya pun terus naik dari 30 persen pada kuartal 4 tahun 2014, menjadi 38 persen pada periode sama tahun 2015. Ternyata, dalam membuat perencanaan keuangan para investor mengandalkan penilaian serta pengetahuan pribadi atau saran dari pasangan. Dari 500 responden jumlahnya mencapai 77 persen. Sementara yang mempercayai ahli investasi hanya 11 persen. Sedangkan akibat pengaruh media 20 persen. (Mahbub Junaidi)