Steven: Upacara Adat Tulude Dilestarikan

Jakarta, Obsessionnews –Pemuda asli Sangihe, Sulawesi Utara, Steven Setiabudi Musa, menilai upacara besar ‘Adat Tulude’ yang akan digelar oleh perkumpulan Keluarga Tampungan Lawo se-Jabodetabek, Sabtu, 6 Februari 2016 di GOR Jakarta Utara ini merupakan momentum agar generasi muda dapat melestarikan budaya Sangihe. “Saya mewakili pemuda Sangihe, berharap kegiatan ini jadi momentum yang baik bagi generasi muda untuk melestarikan dan menghargai budaya Sangihe,” ucap Steven yang juga anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Komisi E ini.
Ia berasalan, sangat prihatin melihat kondisi masih banyak generasi muda khususnya masyarakat Sangihe telah melupakan Upacara adat Tulude, ini adalah hajatan tahunan warisan para leluhur masyarakat Sangihe yang telah berabad-abad silam. “Kalau boleh dibilang anak-anak muda, khususnya dibawah saya sudah lupa budaya asalnya. Semoga menjadi kegiatan rutin bagi generasi muda,” ujarnya. Perkumpulan Keluarga ‘Tampungan Lawo’ yang sebagian besar masyarakat Sangihe ini, mulai dibentuk pada Juni 1986 dan memilki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada 12 Agustus 2007. Nama Tampungan Lawo diambil dari sebuah nama kerajaan pertama di Sangihe. Upacara Adat Tulude biasanya dilaksanakan rutin oleh masyarakat setiap tahunnya pada 31 Januari, sekaligus hari ulang tahun Kepulauan Sangihe. Selain upacara bersifat religi, juga menampilkan budaya asli Sangihe. (Popi Rahim)
Ia berasalan, sangat prihatin melihat kondisi masih banyak generasi muda khususnya masyarakat Sangihe telah melupakan Upacara adat Tulude, ini adalah hajatan tahunan warisan para leluhur masyarakat Sangihe yang telah berabad-abad silam. “Kalau boleh dibilang anak-anak muda, khususnya dibawah saya sudah lupa budaya asalnya. Semoga menjadi kegiatan rutin bagi generasi muda,” ujarnya. Perkumpulan Keluarga ‘Tampungan Lawo’ yang sebagian besar masyarakat Sangihe ini, mulai dibentuk pada Juni 1986 dan memilki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada 12 Agustus 2007. Nama Tampungan Lawo diambil dari sebuah nama kerajaan pertama di Sangihe. Upacara Adat Tulude biasanya dilaksanakan rutin oleh masyarakat setiap tahunnya pada 31 Januari, sekaligus hari ulang tahun Kepulauan Sangihe. Selain upacara bersifat religi, juga menampilkan budaya asli Sangihe. (Popi Rahim)




























