Seribu Keluarga Tampungan Lawo akan Gelar Adat Tulude

Jakarta, Obsessionnews - Sekitar 1.000 lebih dari perkumpulan Keluarga Tampungan Lawo wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) bakal diperkirakan menghadiri upacara besar ‘Adat Tulude’ di Gelanggang Olah Raga Jakarta Utara pada Sabtu, 6 Februari 2016. “Upacara ini dilaksanakan pukul 17.00 wib yang melibatkan semua masyarakat Sangihe, diharapkan bisa dihadiri 1000 lebih orang,” ucap Tua-tua adat Tampungan Lawo, Simsom Katiandago Simson, yang didampingi oleh Ketua Panpel Upacara Adat Tulude, Jecho Rendakasiang dan Steven Setiabudi Musa, saat menggelar konferensi pers di GMIST Bait Allah, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016). Tampungan Lawo sebuah nama kerajaan pertama di Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. Upacara adat Tulude ini merupakan hajatan tahunan warisan para leluhur masyarakat Sangihe yang telah berabad-abad silam. Sebenarnya Upacara Adat Tulude dilaksanakan rutin oleh masyarakat setiap tahunnya pada 31 Januari, sekaligus hari ulang tahun Kepulauan Sangihe.
Tapi, upacara Adat Tulude yang bernuansa religi dan budaya akan digelar nanti, merupakan ketiga kalinya acara besar, dimana sebelumnya digelar 2008, 2011. “Kita mulai yang upacara besar pada 2008, upacara kecil (rutin) tiap tahun ada. Dimana yang besar itu pasti prosesinya butuh persiapan yang matang dan memakan waktu tiga bulan. Meskipun upacara Adat Tulude bersifat religius dan khususnya diperuntukkan masyarakat Sangihe, dimana sebagian besar beragama kristen, tetapi acara ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menghadirinya. “Kami tidak akan menutup pintu bagi siapa saja yang ingin menyaksikan upacara ini,” tambah Simson. Selain itu, acara yang akan dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara ini, juga menampilkan berbagai tarian daerah yang disebut medameng, diantaranya Tarian Salo, Gunde, Alabadiri, Upase. (Popi Rahim)
Tapi, upacara Adat Tulude yang bernuansa religi dan budaya akan digelar nanti, merupakan ketiga kalinya acara besar, dimana sebelumnya digelar 2008, 2011. “Kita mulai yang upacara besar pada 2008, upacara kecil (rutin) tiap tahun ada. Dimana yang besar itu pasti prosesinya butuh persiapan yang matang dan memakan waktu tiga bulan. Meskipun upacara Adat Tulude bersifat religius dan khususnya diperuntukkan masyarakat Sangihe, dimana sebagian besar beragama kristen, tetapi acara ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menghadirinya. “Kami tidak akan menutup pintu bagi siapa saja yang ingin menyaksikan upacara ini,” tambah Simson. Selain itu, acara yang akan dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara ini, juga menampilkan berbagai tarian daerah yang disebut medameng, diantaranya Tarian Salo, Gunde, Alabadiri, Upase. (Popi Rahim)




























