Munaslub Golkar Tidak Diambil dari Dua Kubu

Jakarta, Obsessionnews - Rapimnas Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie telah sepakat untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) sebagai media penyelesaian konflik dualisme Partai Golkar. Kementerian Hukum dan HAM juga sudah memperpanjang SK kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Riau. Wakil Sekjen Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, ini artinya dalam Munaslub Partai Golkar sudah tidak ada kubu-kubu lagi. Sebab, penyelenggaranya dikembalikan kepada Partai Golkar hasil Munas Riau. Dimana saat itu Golkar masih utuh tidak terpecah. "Sekarang sudah tidak ada dua kubu, jadi ketika baru diputuskan SK Menkumham bahwa, yang melaksanakan Munas Riau ya kubu itu sudah tidak ada karena, otomatis kubu Ancol sudah dicabut SKnya, kubu Bali tidak keluar SKnya. Jadi tidak ada kubu-kubu jadi kembali kepengurusan riau," kata Ridwan, di DPR, Selasa (2/2/2016) Anggota Komisi X DPR RI ini menuturkan, nanti kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Riau akan menggelar rapat untuk mengusulkan nama-nama siapa yang menjadi SC dan OC dalam Munaslub. Menurutnya, bisa saja kepanitiaan diambil dari kader yang tidak masuk dalam kepengurusan Riau. "Jadi tidak ada dua kubu. Jadi siapapun termasuk mereka yang tidak masuk ke pengurusan Riau. Tetap kalau diliat punya prestasi memajukan Golkar kita liat, bisa jadi panitia. Jadi tidak harus dari kepengurusan itu," terangnya. Ridwan menambahkan, untuk mengaktifkan kembali kepengurusan Riau memang tidak mudah. Sebab, orang-orangnya ada yang sudah tidak aktif, ada sudah pindah ke partai lain, ada juga yang sudah meninggal dunia. Karena itu kata dia, persoalan ini segera diputuskan oleh DPP Golkar. "Nanti diputuskan setelah ada rapat dari DPP Partai Golkar hasil Munas Riau," jelasnya. (Albar)





























