FAM Surabaya Gelar Lomba Menulis Cerita Mini

Surabaya, Obsessionnews – Membaca dan menulis harus digelorakan sedini mungkin kepada anak. Anak-anak harus dikenalkan pada bacaan-bacaan bermutu dan diajarkan menulis yang baik. Berangkat dari cita-cita itu, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Surabaya, Jawa Timur (Jatim), bekerja sama dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Jatim menggelar Lomba Menulis Cerita Mini dan Talk Show bertajuk “Mendorong Anak Berani Berkarya”. (Baca: FAM Indonesia Sebarkan ‘Aishiteru’ Menulis di Kalangan Generasi Muda) Koordinator FAM Cabang Surabaya Yudha Prima dalam keterangan tertulis Rabu (3/2/2016), mengatakan, lomba dan talk show tersebut akan diadakan pada 28 Februari 2016 mendatang di Perpustakaan Provinsi Jatim, Jalan Menur Pumpungan Surabaya.(Baca: FAM Indonesia Adakan Literasi di Tiga Kota) “Sesuai temanya, talk show ini mengundang para orangtua dan guru untuk berinteraksi dengan kedua narasumber yang sangat berkompeten,” ujar Yudha yang juga penulis buku kumpulan cerpen Anomali. Narasumber yang diundang adalah Fafi Inayatillah, (dosen Unesa/aktivis Gerakan Literasi Sekolah) dan Joko Susanto (penulis buku Kisah Inspiratif Keluarga Penulis, dan ayah tiga penulis cilik berprestasi). Acara yang akan dipandu Evie Suryani (anggota FAM Indonesia) ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya peran orang tua dan guru membudayakan literasi sejak dini. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan keberanian, kepercayaan diri, dan rasa cinta menulis kepada anak-anak usia SD,” tutur Yudha. Yudha menjelaskan, lomba menulis cerita mini akan digelar langsung bersamaan dengan talk show dan akan dipilih tiga pemenang dan mendapatkan hadiah berupa piala, buku, dan piagam penghargaan dari FAM Indonesia. Acara yang juga tak kalah menarik di event “FAM Surabaya for Kids” adalah dongeng (story telling) yang akan ditampilkan Handoko, sosok yang sangat mencintai dunia anak dan kerap mendongeng di berbagai acara. “Semoga anak-anak dan orangtua yang mengikuti acara ini senang dan terhibur,” kata Yudha. (arh)





























