Warga Bandung Dapat Nikmati GRT, Ongkos Cuma Rp8 Ribu

Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung M. Ridwan Kamil menerima perwakilan dari SMRT Corporate Singapura berkaitan dengan kerjasama Pemerintah Kota Bandung dalam pembangunan LRT (Light Rapid Transit) di Pendopo Kota Bandung, Selasa (2/2). Dalam pertemuan tersebut perwakilan dari SMRT Singapore, Jonathan memaparkan untuk Kota Bandung penggunaan GRT (Group Rapid Transit) akan sangat optimal digunakan. "Kemampuan manuver dari produk GRT ini lebih baik daripada kereta monorel karena bentuknya yang lebih kecil dan simpel" papar Jonathan. Sementara itu Walikota Bandung yang akrab disapa Emil dalam Wawancaranya mengatakan LRT yang akan di bangun di Kota Bandung dalam minggu ini akan ada finalisasi. "Berita baik untuk LRT ini, minggu ini kan perpres LRT Bandung Raya sedang finalisasi dalam waktu dekat ditandatangani presiden, artinya nanti akan dikerjakan konsorsium, dan akan groundbreaking tahun ini," ujarnya.
Lebih lanjut Emil memaparkan khusus koridor 1 Bandung Utara ke Bandung Selatan akan dipisahkan proses lelangnya sehingga terhindar dari permasalahan. "Karena lelangnya dipisah dengan Koridor 2 sehingga ga ada masalah, Kita punya rezekilah, koridor 2 oleh konsorsium, koridor 1 juga siap tinggal kerja, jadi tahun ini bisa dua-duanya bareng dalam pengerjaanya," papar Emil. Emil menambahkan teknologi yang ditawarkan lebih murah dan cicilan yang akan di tanggung oleh Pemerintah Kota Bandung bayarannya lebih murah, selain itu beban yang akan di tanggung masyarakat saat menggunakan LRT tersebut juga relatif murah. "Untuk koridor 1 Bandung Utara ke Selatan tipe LRT Group Rapid Transit jenis baru ini menggunakan teknologi magnet dengan asumsi ongkos yang murah yaitu 6000 hingga 8000 Rupiah per orang,” tegasnya.
Emil menerangkan Group Rapid Transit ini apabila dihitung sangat jauh dibandingkan dengan MRT (Mass Rapid Transit) investasinya dan akan bisa dilunasi dalam waktu 20 tahun. "Alhamdulilah investasinya sangat murah 260 Juta Dollar, bila dibandingkan dengan monorel yang bisa sampai 500 juta Dollar setengahnha dan selain murah GRT ink manuvernya kecil bahkan bisa belok 90 derajat sehingga lebih memerlukan ruang gerak yang sedikit dibanding MRT," tegasnya. Emil berharap pelaksaan pembangunan LRT ini dapat dilaksanakan dalam Bulan Maret Tahun ini. "Dalam sebulan ini, kemungkinan SMRT Singapura yang menjadi pemenang karena tidak ada lawan, saya tadi targetkan pengumuman lelang resmi di bulan Maret setelah itu untuk groundbreaking cuma menunggu izin trase dari Kementrian Perhubungan,” Pungkasnya. (Dudy Supriyadi)
Lebih lanjut Emil memaparkan khusus koridor 1 Bandung Utara ke Bandung Selatan akan dipisahkan proses lelangnya sehingga terhindar dari permasalahan. "Karena lelangnya dipisah dengan Koridor 2 sehingga ga ada masalah, Kita punya rezekilah, koridor 2 oleh konsorsium, koridor 1 juga siap tinggal kerja, jadi tahun ini bisa dua-duanya bareng dalam pengerjaanya," papar Emil. Emil menambahkan teknologi yang ditawarkan lebih murah dan cicilan yang akan di tanggung oleh Pemerintah Kota Bandung bayarannya lebih murah, selain itu beban yang akan di tanggung masyarakat saat menggunakan LRT tersebut juga relatif murah. "Untuk koridor 1 Bandung Utara ke Selatan tipe LRT Group Rapid Transit jenis baru ini menggunakan teknologi magnet dengan asumsi ongkos yang murah yaitu 6000 hingga 8000 Rupiah per orang,” tegasnya.
Emil menerangkan Group Rapid Transit ini apabila dihitung sangat jauh dibandingkan dengan MRT (Mass Rapid Transit) investasinya dan akan bisa dilunasi dalam waktu 20 tahun. "Alhamdulilah investasinya sangat murah 260 Juta Dollar, bila dibandingkan dengan monorel yang bisa sampai 500 juta Dollar setengahnha dan selain murah GRT ink manuvernya kecil bahkan bisa belok 90 derajat sehingga lebih memerlukan ruang gerak yang sedikit dibanding MRT," tegasnya. Emil berharap pelaksaan pembangunan LRT ini dapat dilaksanakan dalam Bulan Maret Tahun ini. "Dalam sebulan ini, kemungkinan SMRT Singapura yang menjadi pemenang karena tidak ada lawan, saya tadi targetkan pengumuman lelang resmi di bulan Maret setelah itu untuk groundbreaking cuma menunggu izin trase dari Kementrian Perhubungan,” Pungkasnya. (Dudy Supriyadi)




























