Sambut MEA, PT Diminta Tingkatkan Pendidikan Vokasi

Sambut MEA, PT Diminta Tingkatkan Pendidikan Vokasi
Jakarta, Obsessionnews - Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III Jakarta, Illah Sailah, mengapresiasi diselenggarakannya Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta IX yang diselenggarakan PT Profajar Eksbisit Internasional (Profex) di Istora Senayan 2-4 Februari 2016. Menurutnya, acara ini merupakan suatu sinergi yang efektif dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat luas yang membutuhkan informasi aktual tentang perguruan tinggi, khususnya kepada para pelajar SMA dan SMK di wilayah Jabotabek. Ilah menyadari, saat ini pendidikan Indonesia dituntut untuk bisa menciptakan sumber daya manusia yang handal di bidangnya masing-masing. Sehingga mampu bersaing dan diterima di dunia kerja dan usaha. Untuk itu, ia menilai penting bagi perguruan tinggi menanamkan pendidikan vokasi. ‎"Kita saat ini postur pendidikan tinggi kita, belum mendukung ke pendidikan vokasi. Yang lebih banyak. Jadi kami menghimbau perguruan tinggi berpaling atau berpihak kepada pendidikan vokasi," katanya di Istora Senayan, Selasa (2/1/2016) Ia mengatakan, pendidikan vokasi bisa menghasilkan orang-orang yang trampil dan siap kerja. Sementara dalam dunia industri, perusahaan kata dia, membutuhkan orang-orang yang trampil dan siap kerja. "Jadi trampil bisa apa saja, ada ahli susu, ahli daging, ahli pembuat sosis dan lain-lain," lkatanya. Selain itu, Ilah menuturkan, para orang tua juga sekarang mengingkan agar anaknya tidak hanya asal sekolah di perguruan tinggi, tapi tidak bisa menghasilkan ketrampilan. Menurutnya, ada beberapa model pendidikan yang sudah diterapkan, yakni akademik dan profesi. Pendidikan akademik bisa menghasilkan, pemikir yang handal dan membuat ilmu-ilmu baru. Sementara pendidikan profesi bisa menghasilkan ahli-ahli profesi, seperti dokter, guru, arsitek, dan pesikolog dan lain sebagainya. Ilah menyebut, model pendidikan akademik dan profesi memang penting. Namun, pendidikan model ‎vokasi juga penting. Terlebih Indonesia saat ini tengah menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dalam pendidikan vokasi ini lebih menekankan praktek berulang-ulang. "MEA indonesia sendiri membutuhkan tenaga yang trampil. Kalau tenaga kita kurang, jangan salahkan kalau kita diserbu," jelasnya. (Albar)