Bandung Targetkan Juara Bersih Narkoba

Bandung, Obsessionnews - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan kendaraan dinas operasional kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung. Yakni, satu unit Toyota Avanza tahun 2015. Penyerahan dilakukan di Pendopo Kota Bandung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kepada Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Yeni Siti Saodah, Selasa (2/2/2016). Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan deklarasi komitmen bersama Pemkot Bandung dengan komponen masyarakat dalam rangka menuju Bandung Juara bersih narkoba. Ridwan Kamil menegaskan, Pemkot Bandung mendukung penuh penanggulangan penyalahgunaan narkoba. "Alhamdulilah hari ini ada acara istimewa, berupa dukungan dari Pemkot Bandung untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba dalam bentuk dukungan operasional," ujarnya. Ia mengaku hingga saat ini hubungan kerjasama pemkot Bandung dengan BNN sudah sangat baik, beberapa kali dilakukan pemeriksaan narkoba di lingkungan PNS Kota Bandung akan terus ditingkatkan.
Ridwan mengungkapkan beberapa kekhawatiran terkait bahaya narkoba. "Pertama, kami tidak mau seperti yang di Jakarta ada kampung narkoba, karena RT dan RW nya tidak tahu, yang kedua kami khawatir dengan generasi muda karena hampir 60 persen warga Bandung ini usianya dibawah 40 tahun," katanya. Menurut Ridwan, dengan Bandung sebagai kota metropolitan dan Bandung kota anak muda, maka jika tidak dibentengi sebuah sistem yang baik, dikhawatirkan masyarakat Bandung menjadi pasar yang diincar oleh sindikat sindikat narkoba. "Untuk itu, beberapa upaya akan dilakukan, bulan Maret kami akan menyiapkan upaya-upaya namanya itu rapot indeks kemasyarakatan ada 9 poin," paparnya. "Nanti setiap kepala keluarga di Bandung akan dikasih rapot. Nanti akan ketahuan seberapa aktif warga dalam kegiatan kemasyarakatan, sehingga nanti akan ketahuan. Itu cara kami menyisir waktu luang. Tidak hanya untuk membentengi narkoba tapi juga radikalisme biasanya suka bermukim di tempat- tempat dan tidak pernah bergaul," jelas Ridwan. Tak hanya itu, kita ada program pendidikan karakter kepada anak sekolahan, bela negara berbasis agama, budaya sunda dan cinta lingkungan. "Intinya kami akan buat sibuk anak muda dengan hal positif, ini bisa menjadi percontohan terkait isu-isu yang berkaitan dengan sosial," terangnya.
Pihak pemkot terus berupaya membantu penanggulangan seperti penertiban di tempat-tempat hiburan, penggalangan kampanye di media ruang terbuka dan untuk yang sudah terkena narkoba bisa direhabilitasi melalui Dinkes Kota Bandung. Sementara itu, kepala BNP Jawa Barat, Brigjen Pol. Iskandar Ibrahim mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan diberinya kendaraan dinas operasional tersbut. Hal itu karena di BNN sendiri dari segi operasional dan perkantoran masih belum memadai. "Kami sangat bahagia dan senang dan terus terang saja kondisi kami sangat terbatas sekali, baik itu masalah kendaran, maupun yang lainnya, tapi meskpun demikian kami tetap melaksanakan tugas secara maksimal walaupun dalam kondisi yang sangat terbatas," ujarnya. Lanjut Iskandar, dengan bantuan ini terus berupaya melakukan tugas pemberantasan narkoba baik bentuk pencegahan, hingga pemberantasan, sehingga besar harapan kerjasama ini dapat ditingkatkan tentunya dengan melibatkan masyarakat. (Dudy Supriyadi)
Ridwan mengungkapkan beberapa kekhawatiran terkait bahaya narkoba. "Pertama, kami tidak mau seperti yang di Jakarta ada kampung narkoba, karena RT dan RW nya tidak tahu, yang kedua kami khawatir dengan generasi muda karena hampir 60 persen warga Bandung ini usianya dibawah 40 tahun," katanya. Menurut Ridwan, dengan Bandung sebagai kota metropolitan dan Bandung kota anak muda, maka jika tidak dibentengi sebuah sistem yang baik, dikhawatirkan masyarakat Bandung menjadi pasar yang diincar oleh sindikat sindikat narkoba. "Untuk itu, beberapa upaya akan dilakukan, bulan Maret kami akan menyiapkan upaya-upaya namanya itu rapot indeks kemasyarakatan ada 9 poin," paparnya. "Nanti setiap kepala keluarga di Bandung akan dikasih rapot. Nanti akan ketahuan seberapa aktif warga dalam kegiatan kemasyarakatan, sehingga nanti akan ketahuan. Itu cara kami menyisir waktu luang. Tidak hanya untuk membentengi narkoba tapi juga radikalisme biasanya suka bermukim di tempat- tempat dan tidak pernah bergaul," jelas Ridwan. Tak hanya itu, kita ada program pendidikan karakter kepada anak sekolahan, bela negara berbasis agama, budaya sunda dan cinta lingkungan. "Intinya kami akan buat sibuk anak muda dengan hal positif, ini bisa menjadi percontohan terkait isu-isu yang berkaitan dengan sosial," terangnya.
Pihak pemkot terus berupaya membantu penanggulangan seperti penertiban di tempat-tempat hiburan, penggalangan kampanye di media ruang terbuka dan untuk yang sudah terkena narkoba bisa direhabilitasi melalui Dinkes Kota Bandung. Sementara itu, kepala BNP Jawa Barat, Brigjen Pol. Iskandar Ibrahim mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan diberinya kendaraan dinas operasional tersbut. Hal itu karena di BNN sendiri dari segi operasional dan perkantoran masih belum memadai. "Kami sangat bahagia dan senang dan terus terang saja kondisi kami sangat terbatas sekali, baik itu masalah kendaran, maupun yang lainnya, tapi meskpun demikian kami tetap melaksanakan tugas secara maksimal walaupun dalam kondisi yang sangat terbatas," ujarnya. Lanjut Iskandar, dengan bantuan ini terus berupaya melakukan tugas pemberantasan narkoba baik bentuk pencegahan, hingga pemberantasan, sehingga besar harapan kerjasama ini dapat ditingkatkan tentunya dengan melibatkan masyarakat. (Dudy Supriyadi)




























