Aliran Menyimpang Rata-rata Berasal Dari Cirebon dan Bogor

Aliran Menyimpang Rata-rata Berasal Dari Cirebon dan Bogor
Jakarta, Obsessionnews– Aliran menyimpang rata-rata berasal dari Cirebon dan Bogor. Demikian dikatakan Sekretaris Umum MUI Jabar, KH Rafani Achyar di Dinas Sosial Jabar, Senin (1/2/2016). Menurutnya, berdasarkan temuan sejak tahun 2000, ada sekitar 144 aliran di Jawa Barat yang dianggap menyimpang atau dicurigai menyimpang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Ada 144 aliran yang ditemukan. Ada yang aliran sesat, menyimpang, dicurigai, dan masih dilakukan proses investigasi," katanya. Nama-nama aliran menyimpang cukup akrab didengar. Yaitu Surga Eden pimpinan Lia Eden, Al-Qiyadah Al-Islamiah pimpinan Musadeq, Milah Ibrahim, Al-Quran Suci, Hidup di Balik Hidup di Cirebon, dan Siliwangi Panjalu di Bogor. Nama Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) pun sesungguhnya sudah diketahui MUI sejak 2013 lalu. Dalam kajiannya, MUI menilai doktrin Gafatar mirip dengan Al-Qiyadah Al-Islamiah pimpinan Mussadeq. Rafani menduga, Gafatar dibentuk setelah Mussadeq diamankan polisi. Menurutnya, MUI Jabar terus melakukan pembinaan dan pengawasan. Hanya seringkali pihaknya kesulitan karena aliran menyimpang kerap berganti nama dan wajah baru. Seperti diberitakan sebelumnya, Gafatar menjadi sorotan setelah beberapa orang hilang di sejumlah daerah. Di Yogyakarta, dr Rica Tri Handayani dan bayinya menghilang. Rica adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) RSUP dr Sarjito Yogyakarta. Ada juga nama Erri Indra Kausar (21) mahasiswa semester V Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ITS PENS) juga sempat menghilang pada Agustus 2015. Tak hanya itu, nama Silvi Nur Vitriani (20) termasuk salah seorang yang dilaporkan hilang sejak Desember 2015 lalu. Diduga, mahasiswi semester 5 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo juga bergabung dengan Gafatar. (Fath)