DPR Tak Keberatan TNI Awasi Harga Pangan

DPR Tak Keberatan TNI Awasi Harga Pangan
Jakarta, Obsessionnews - Komisi I DPR RI tidak keberatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta TNI ikut berperan dalam menjaga/mengawasi harga pangan untuk menelusuri permainan harga bahan pangan di lapangan. Meski, di dalam Undang-Undang (UU) No.34/2002 tentang TNI tidak mengatur secara detail mengenai kewenangan TNI mengawasi harga pangan di pasaran. "Saya kira Presiden ya sah-sah saja meminta kepada TNI untuk melakukan itu, tapi kita harus lihat caranya dengan peraturan perundang-undangan yang ada seperti apa TNI membantu itu semaksimal mungkin," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/2/2016). Menurutnya, bisa saja TNI dalam menjaga harga pangan difungsikan dari sisi menjaga‎ pertahanan. Sebab, dia mengaku belum mencermati secara persis penyampaian Presiden dan harapannya seperti meminta TNI ini. Namun, tegasnya, sah-sah saja presiden mengharapkan TNI bisa membantu jaga harga pangan. "Nanti kita lihat peraturan perundang-undangnya seperti apa untuk menjaga stabilitas pangan. Saya tidak tahu persis presiden itu ingin TNI seperti apa," ujarnya. Politisi Partai Golkar ini mengakui, TN bukan pelaku pasar yang harus menjaga harga pangan di lapangan. Namun, jelasnya, bisa saja TNI menjaga yang tidak berhubungan langsung dengan harga tersebut. Melainkan, dari sisi keamanan. Karena itu, ia mengatakan pihaknya perlu mendengarkan maksud dan tujuan dari presiden melibatkan TNI dalam menjaga harga pangan di pasaran. "Saya rasa kita perlu mendengarkan dulu lah persiden itu seperti apa inginnya. Tentu harapan presiden tidak boleh keluar dari tugas-tugas TNI yang diatur UU," tuturnya. Dia menegaskan, pihaknya setuju TNI tidak memiliki kewenangan pasar. Namun, dirinya tidak mau berprasangka buruk terhadap Presiden atas permintaan ini. "Jadi saya setuju bahwa TNI tidak punya kewenangan pasar, tapi kita berbaik sangka. Mungkin pandangan presiden atau cara-cara lain bagaimana TNI bisa membantu," tegasnya. Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta TNI dan Polri ikut berperan dalam menstabilkan harga pangan. Presiden memerintahkan TNI dan Polri turun ke lapangan menelusuri permainan harga bahan pangan. "Soal harga pangan yang tinggi, Polri dan TNI juga saya tekankan untuk turun ke lapangan. Cek langsung apakah benar tinggi, ada permainan atau bias-biasnya," kata Presiden Jokowi. (Albar)